Kencing Berdiri
Kencing Berdiri

Peringatan Rasulullah tentang Kencing Berdiri, Inilah Bahaya Perspektif Islam dan Medis

Rasulullah sering mengingatkan hambanya, dalam sabdanya: “Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing.”

Masuk surga itu mudah. Begitu pula terjerembab dalam neraka. Kadang karena sepele seseorang harus tersiksa di akhirat.

Tahukan anda bahwa siksa kubur itu salah satunya bersebab karena cara seseorang kencing atau buang air seni? Alasan paling sederhana adalah bahwa air kencing merupakan najis sehingga kita harus hati-hati dari najis tersebut.

Oleh sebab itu, umat Islam terlebih bagi kaum laki-laki dianjurkan untuk menghindari kencing dengan berdiri. Ada beberapa etika kencing bagi seorang muslim, termasuk hikmah mengapa Rasulullah Saw melarang kita kencing sambil berdiri.

Kencing  merupakan suatu hal yang tidak asing bagi manusia. Setiap manusia pasti kencing karena berguna untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh. Namun tak banyak manusia yang tau bahwa kencingpun memiliki aturan dan etika yang benar dan sesuai aturan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيْرٍ، بَلَى إنَّهُ كَبِيْرٌ: أمَّا أَحَدُهُمَا، فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ، وَأمَّا الآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ

Artinya: “Sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, dan tidaklah mereka disiksa karena perkara yang susah ditinggalkan. Namun sesungguhnya itu adalah perkara besar! Untuk yang pertama, dia suka melakukan adu domba, sedang yang kedua, ia tidak menjaga diri dari air kencingnya.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma).

Ternyata bukan hanya aspek keagamaan, diketahui secara medis, kecing  berdiri merupakan penyebab utama kencing batu dan merupakan salah satu penyebab lemah syahwat bagi sebagian pria. Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu.

Baca Juga:  Inilah Anjuran Rasulullah Ketika Mengalami Mimpi Buruk

Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.

Meski begitu, namun sudah menjadi sebuah kebiasaan turun-temurun bahwa pria kencing dengan posisi berdiri bagi laki-laki. Selain itu juga bisa dilihat banyaknya dukungan dengan sarana pembuangan urologi yang menggantung, seperti yang banyak terdapat pada sara umum sepertu mal, perkantoran, dan tempat-tempat umum lainnya.

Sejumlah peneliti di Departemen Urologi di Leiden University Medical Center, Belanda melakukan penelitian tentang kencing berdiri. Ternyata, dalam penelitiannya, laki-laki yang melakukan kencing dengan cara jongkok, saluran kemih bawah bisa dikosongkan dengan maksimal dan hanya tersisa 25 mililiter urine dalam organnya.

 

Inilah alasan megapa laki-laki yang biasanya kencing berdiri dan kemudian mereka mendirikan solat, maka ketika ruku atau sujud biasanya akan terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya. Itulah sisa air kencing yang tertinggal ketika mereka kencing dengan berdiri.

Maka, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadast kecil maupun hadast besar. Umumnya kita memandang  ringan terhadap cara buang air tanpa menyangka akan keburukan dari sisi agama maupun segi kesehatan.

Bagikan Artikel

About Inke Indah Fauziah