Diskusi Pancasila di Kedubes Indonesia di Tunisia
Diskusi Pancasila di Kedubes Indonesia di Tunisia

Cendekiawan Tunisia: Pancasila Luar Biasa, Mampu Pecahkan Polemik Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Kebangsaan

Tunis – Cendekiawan Tunisia yang juga besar sosiologi di Universitas Sousse Tunisia, Munshif Abdul Jalil, memuji Pancasila sebagai suatu falsafah bangsa telah mampu membawa Indonesia pada puncak kejayaan.

“Saya sangat tertarik dengan dimensi ketuhanan, kemanusiaan, dan kebangsaan yang terdapat di dalam Pancasila. Dalam hal ini Pancasila mampu memecahkan polemik di kalangan akademis perihal ketuhanan, kemanusiaan, dan kebangsaan. Ini sesuatu yang sangat luar biasa,” ujar Abdul Jalil saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Tunis, menurut keterangan KBRI Tunis yang diterima di Jakarta, Jumat (3/6/2022).

Sementara itu, mantan Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Faisal Oewaiqah menyampaikan apresiasinya pada Indonesia karena mampu mengimplementasikan Pancasila dalam berbagai sektor kebijakan.

“Pancasila bisa mewarnai ranah politik, ekonomi, dan kebudayaan. Pancasila benar-benar menjadi kekuatan besar yang mampu mempersatukan dan membangun ekonomi Indonesia,” kata Faisal.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Kedubes Indonesia di Tunis digelar diskusi tentang “Pancasila: Gotong-Royong untuk Masa Depan Indonesia dan Perdamaian Dunia” di Wisma Dubes RI di Tunis. Pada kegiatan itu, Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi memberikan pengantar tentang sejarah, gagasan, dan implementasi Pancasila.

“Kami bangsa Indonesia memperingati sebuah peristiwa bersejarah, yaitu lahirnya Pancasila, lebih tepatnya Pidato Pancasila Sukarno, Bapak Proklamator Indonesia pada 1 Juni 1945,” kata Dubes Zuhairi.

Menurut dia, bangsa Indonesia patut untuk merasa bangga dan beruntung karena memiliki Pancasila yang telah terbukti sebagai falsafah dan ideologi yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa.

“Ada banyak yang bertanya kepada saya sebagai Duta Besar RI untuk Tunisia, apa yang membuat 280 juta warga Indonesia mau bersatu? Saya jawab, Pancasila adalah common platform dan kesepakatan yang kokoh di antara komunitas suku, agama, dan bahasa. Pancasila terbukti berhasil mempersatukan bangsa dan negeri,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung Anggota Polri Belajar Kitab Kuning, Gus Mis: Untuk Cegah Masuknya Ekstremisme ke Tubuh Polri

Dia menambahkan, Pancasila juga telah menjadi kekuatan besar Indonesia, karena mampu membangkitkan semangat gotong-royong. “Dalam pidato Pancasila 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan bahwa esensi Pancasila adalah gotong-royong. Dalam perjalanan sejarah Indonesia, gotong-royong merupakan kunci keberhasilan Indonesia melalui krisis dan mewujudkan keadilan sosial. Bahkan, gotong-royong menjadi semangat diplomasi Indonesia dengan berbagai negara lain, termasuk Tunisia,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

kiswah kabah

Gantikan Raja Salman, Pangeran Saudi Mohammed bin Salman Cuci Ka’bah

Jakarta – Kain Kiswah atau penutup ka’bah setiap tahunnya diganti, dalam proses pergantian kain Kiswah …

Menag Yaqut Cholil Qoumas

Wujudkan Kampus Toleran dan Harmoni, Moderasi Beragama Penting Diterapkan di Perguruan Tinggi

Jakarta – Moderasi beragama sangat penting diterapkan di perguruan tinggi agar terwujud tradisi kampus yang …