Mudik
Mudik

Covid-19 Ancaman Besar, Tidak Mudik Sama Dengan Jihad

Jakarta – Pemerintah resmi melarang mudik berkenaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1442 H mulai 6 Mei sampai 17 Mei. Larangan itu dilakukan semata-mata sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menilai larangan mudik dilakukan adalah upaya terbaik untuk mencegah bencana yang sangat besar. Pasalnya, Covid-19 masih menjadi ancaman besar, bahkan di India penyebaran virus Corona ini seperti tsunami.

“Tidak mudik sama dengan jihad,” tegas Wamenag di Jakarta, kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Zainut mengatakan, pandemi COVID-19 belum usai. Masyarakat Indonesia perlu belajar dari penyebaran COVID-19 yang demikian masif di sejumlah negara, terutama India. Karena itularangan mudik ini menjadi penting ditaati.

Menurutnya, ini bagian upaya menjaga jiwa atau khifdhun-nafs yang juga menjadi perintah agama. Mudik menurutnya akan membahayakan diri sendiri, juga keluarga yang dikunjungi.

“Mencegah kemudharatan itu harus lebih didahulukan daripada mengambil maslahat. Itu adalah merupakan kewajiban agama. Keselamatan jiwa itu harus utama dan harus didahulukan. Jadi orang yang tidak mudik itu sama dengan berjihad,” kata Zainut

“Jihad untuk kemanusiaan tentunya karena kita dalam situasi yang membahayakan baik untuk diri sendiri maupun orang lain.”

Sebelumnya,  Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang pengendalian penyebaran COVID-19 pada masa Ramadhan, mudik, dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

“Tentunya kami sangat mengimbau dengan sungguh-sungguh kepada masyarakat untuk mentaati surat edaran Menteri Agama agar Covid-19 segera hilang dari muka bumi,” ujar Wamenag.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Badan Hak Asasi Manusia Eropa Minta Austria Tarik “Peta Islam”

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …