Mubaligh dan ormas islam Jabar dukung UU Islamofobia dan terorisme
Mubaligh dan ormas islam Jabar dukung UU Islamofobia dan terorisme

Dai dan Ormas Islam se-Jabar Deklarasi Dukung UU Anti-Islamofobia dan Terorisme

Bandung – Mubaligh atau dai serta ormas Islam mendukung Undang-Undang Anti-Islamofobia dan Terorisme yang jelas-jelas tidak sesuai dengan syariat Islam. Deklarasi itu dilakukan pada silaturahmi mubaligh dan ormas Islam se-Jabar di Masjid Al-Latif, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/6/2022).

Acara ini juga dirangkai dengan diskusi bertajuk ‘Tarik Ulur UU Anti Islamphobia Di Indonesia’. Hadir sebagai nara sumber dalam acara ini antara lain Anwar Abbas Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Athian Ali Forum Ulama Ummat Islam (FUUI), Ferry Juliantono Koordinator Desk Anti Islamphobia PP Syarikat Islam dan lain sebagainya.

Ferry Juliantono, Koordinator Desk Anti Islamofobia PP Syarikat Islam mengatakan, para tokoh dan dai se Jawa Barat mendukung langkah – langkah perjuangan tentang Anti-Islamfobia karena isu antiiIslamofobia justru akan mempersatukan umat Islam

“Sudah saatnya isu anti Islamofobia persatukan umat Islam. Silaturahim Dai hari ini memperkuat konsolidasi ummat dalam satu pemikiran dan perspektif yang sama dalam memandang persoalan ummat kontemporer,”ujar Ferry yang juga Sekretaris Jenderal PP Syarikat Islam.

Menurut Ferry, naskah akademik RUU anti Islamofobia sedang dirampungkan dan examinasi publik tentang berbagai kasus yang menimpa ulama, tokoh Islam akan dijadikan studi pembanding pentingnya isu anti Islamphobia.

“Oleh karena itu kami terdiri dari ulama, kyai, dai, advokat dan aktivis Islam dengan memohon ridho dan perlindungan Allah Ta’ala menyatakan pernyataannya,” ucapnya.

Pertama kata dia, Islam pasti bukanlah teroris dan teroris bukan islam. Untuk itu pihaknya menentang tindakan dan pemikiran radikalisme, terorisme ISIS , JAD dan lainnya yang nyata dan jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya.

“Kedua, NKRI merupakan warisan leluhur, dua sisi yang tidak bisa dipisahkan karena tidak bisa hadapkan dan dibentur-benturkan,” ujarnya.

Sedangkan yang ketiga, elemen umat Islam yang terdiri dari para ulama, kyai, habib, ustadz, da’i, kyai, nyai lainnya adalah merupakan aset bangsa yang harus diberikan ruang memajukan bangsa dan negara serta perlindungan dari tindakan Islamofobia

“Keempat, kami mendorong kepada stake holder baik legislatif dan eksekutif serta seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam melahirkan UU dan Perda anti Islamofobia baik di pusat maupun daerah untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan bangsa Indonesia,” tutup Ferry.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

lagi pembakaran al quran kembali terjadi di denmark

Kutuk Dan Protes Keras Atas Pembakaran Al-Quran, Turki Panggil Duta Besar Denmark

Ankara – Kecaman dan reaksi keras terus bermunculan dari berbagai penjuru dunia terhadap aksi provokasi …

sejarah maulid nabi

Yazir Hasan Ustad Wahabi Sebut Maulid berasal dari Yahudi, Mari Pelajari Selengkapnya

Kasus Ustaz Wahabi bernama Yazir Hasan Al-Idis yang membid’ahkan dan menyesatkan perasayaan Maulid Nabi tengah …

escortescort