shalat rebo wekasan
shalat

Dalil Shalat Rebo Wekasan, Apakah Ada ?

Sebagian ahlul kassyaf menjelaskan bahwa pada rabu terakhir dari bulan Safar, Allah Swt. akan menurunkan bala’ dan musibah yang sangat banyak. (Kanzun Najah Was Surur: 23). Dari sudut disiplin ilmu pengetahuan, pernyataan yang demikian memang tidak kuat, tetapi tidak juga kemudian kita harus mengingkarinya, sebab harus diyakini bahwa ada banyak umat manusia yang diberi kelebihan oleh Allah Swt. mengetahui hal-hal gaib yang tidak bisa diketahui oleh manusia normal pada biasanya, contohnya Nabi Hidir As. Apalagi terkait dengan bala’ yang akan diturunkan di hari rabu terakhir dari bulan Safar bukan hanya satu orang, tapi banyak orang Shaleh yang mengatakannya.

Dari keterangan orang-orang Shaleh ini, kemudian banyak masyarakat Indonesia khususnya warga Nahdiyin melakukan Shalat sunah agar selamat dari bala’ yang diturunkan oleh Allah Swt. di hari itu. Shalat sunah ini kemudian dikenal dengan Shalat Rebo Wekasan.

Permasalahannya, apakah shalat ini ada dalilnya ?

Ulama’ berbeda pendapat tentang shalat rebu wekasan. Menurut Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari hukumnya haram karena tidak ada anjuran dalam syariat. Sementara menurut syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Quds pengarang kitab Kanzun Najah Was Surur mengatakan boleh dengan syarat diniati shalat mutlak, bukan niat rebo wekasan.

Jika dilihat lebih mendalam, pada hakikatnya tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama’ tentang hukum melaksanakan Shalat Rebo Wekasan. Karena mereka sepakat bahwa ibadah yang tidak ada anjurannya dalam syariat Islam hukumnya tidak sah. Sebagaimana kaidah:

اَلْأَصْلُ فِي الْعِبَادَةِ اَلتَّوْقِيْفُ عَلَى الدَّلِيْلِ

Artinya: Hukum asal dalam ibadah yaitu menunggu adanya dalil

Memang di dalam shalat rebu wekasan tidak ada dalil khusus yang menganjurkan shalat di hari rabu bulan Shafar tersebut. Sebab itu, ulama’ berbeda-beda tentang tata cara shalat rebo wekasan. menurut Ad Dairobi yaitu empat rakaat, sementara menurut Al Buni enam rakaat.

Baca Juga:  Paket Rukhsah Ramadan (2) : Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Sekalipun demikian tidak kemudian shalat ini menjadi haram secara mutlak. Ada beberapa dalil yang perlu dipertimbangkan. Pertama, dalam Al Qur’an disebutkan:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk’ (QS. Al Baqorah: 45)

Menurut ulama’ shalat merupakan solusi terbaik ketika terdapat keinginan seperti dalam kondisi sempit dan ketakutan. Begitu juga orang yang ingin mendapatkan pertolongan Allah Swt. agar dijauhi dari bala’ yang diturunkan di hari rabu terakhir bulan Safar sunah melakukan shalat di hari tersebut. Akan tetapi shalat yang dilakukan tetaplah sesuai qarinah yang ditetapkan dalam syariat Islam.

Dalam salah satu riwayat hadits juga dijelaskan tentang seorang buta yang datang kepada Nabi saw, dia meminta agar dihilangkan dari musibah kebutaannya. Lalu Nabi saw memerintahkannya berwudhu’ dan shalat sunnah dua rakaat. Setelah itu orang buta tersebut dapat melihat kembali. (HR. Ibn Majah)

Kedua, jika dilihat dari aspek terjadinya shalat tersebut yaitu karena untuk terhindar dari musibah yang diturunkan di hari tersebut, maka shalat ini tergolong kepada shalat hajat. Tentang dalil kesunnahan shalat hajat tidak perlu diragukan lagi, banyak riwayat hadits shahih yang menjelaskan shalat tersebut.

Ketiga, shalat rebo wekasan juga dapat dilakukan dengan shalat sunnah mutlak. Karena yang paling terpenting di hari tersebut adalah mendekatkan diri untuk menghindar dari petaka yang menimpa.

Dari keterangan di atas, pada hakikatnya tidak ada dalil khusus tentang shalat rebu wekasan kecuali hanya sekedar anjuran dari orang-orang shalih yang arif billah. Akan tetapi kesunnahan shalat rebo wekasan ini berdasar kepada dalil umum yang mana shalat rebo wekasan inklud di dalamnya. Sehingga shalat ini pun menjadi sunnah.

Baca Juga:  Manfaatkan Di Rumah Saja dengan Puasa, Ini Niat Puasa Sunnah Sya'ban

Wallahu alam

Bagikan Artikel ini:

About Ernita Witaloka

Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain Sukowono Jember Takhassus Fiqh Siyasah

Check Also

kitab ilmu pengetahuan

Hukum Membakar Kitab Ilmu Pengetahuan

Lagi-lagi Islam dihebohkan dengan konten video yang memberikan kerugian dalam Islam sendiri. Sebelumnya sempat ramai …

menari di dalam masjid

Hukum Menari di dalam Masjid

Beberapa minggu yang lalu sempat viral tentang video mahasiswa dari perguruan tinggi tertentu menari-nari di …