2 1

Di Muktamar Rabithah Alawiyah, Wapres Tekankan Tugas Ulama Untuk Perbaikan Umat

JAKARTA— Ulama merupakan pewaris Nabi Muhammad Saw untuk terus mengajak umat kearah yang baik, sebab itulah pada zaman yang serba terbuka seperti sekarang ini peran dari para ulama agar fokus dalam memperbaiki umat diharapkan lebih maksimal.

Dalam era yang serba melalui media, banyak sekali orang-orang yang tidak dewasa dalam bersikap, bahkan yang mengaku sebagai ustadz atau pemimpin majelis sehingga dibutuhkan kinerja dan kesabaran ulama dalam membimbing umat agar tidak terpecah.

Wapres mengingatkan, para ulama adalah penerus nabi yang memiliki tugas islahiyah untuk melakukan perbaikan kepada umat.

Untuk itu, dia berharap para ulama tidak terjebak pada aspek kekuasaan, yang menurutnya, bukan kewenangan manusia, tetapi kewenangan Allah ﷻ.

“Jadi itu bukan urusan kita, urusan kita langkah perbaikan. Kalau dulu umat Islam abad pertama mereka punya kekuasaan, ulama mengatakan kekuasaan itu merupakan kerja keras dalam rangka upaya perbaikan yang oleh Allah ﷻ kemudian diberi kekuasaan, bukan mereka mencari kekuasaan atau merebut kekuasaan,” kata Wapres saat membuka Muktamar Nasional Rabithah Alawiyah ke-25 secara virtual, seperti dikutip dari laman republika.co.id Jumat (3/12).

Dia mengatakan, perbaikan umat yang paling mendesak, ialah pertama tentang aqidah. Menurutnya, penguatan aqidah perlu dilakukan agar umat terhindar dari paham menyimpang.

“Penguatan akidah umat ini penting supaya tidak goyah, dan menjaga umat dari aqidah atau pemahaman menyimpang ini harus kita jaga terus,” ungkapnya.

Kedua, perbaikan umat yang perlu dilakukan adalah pemberdayaan umat Islam. Pemberdayaan ini penting terutama dalam pendidikan maupun ekonomi agar umat Islam tidak lemah.

“Karena mukmin yang kuat itu lebih disukai Allahﷻ daripada mukmin yang lemah. Karena itu, kita lakukan penguatan di dalam rangka menjadikan umat Islam ini umat yang terbaik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Khutbah Jumat : Ulama Tidak Mengancam, Tapi Mengasihi

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 di mana semua sektor terdampak. Dia berharap penguatan ekonomi umat itu bersamaan dengan penguatan ekonomi syariah untuk membawa kemaslahatan umat.

“Dan sekarang ini kita sedang berjuang, pertama adalah kita menanggulangi Covid yang masih belum hilang, memang sudah turun tapi belum hilang karena itu kita tetap harus waspada menjaga umat ini,” ujarnya.

Karena itu, Wapres berharap Muktamar Nasional Rabithah Alawiyah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang akan membawa maslahat dan manfaat bagi umat.

“Kemaslahatan itu menurut ulama itu sesuatu yang melahirkan manfaat dan juga menghilangkan kemudaratan. Karena itu, tugas kita membangun maslahat dan menghilangkan mudarat,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Akhirussanah PPUM

Ponpes Ummil Mu’minin Simbaringin Gelar Akhirus Sanah: Mencetak Generasi Qur’ani Berwawasan Global

PPUM – Pondok Pesantren Ummil Mu’minin Simbaringin, Mojokerto, Jawa Timur menggelar Haflah dan Akhirus Sanah …

Wanita Arab Saudi dengan model rambut baru

Tak Lagi Wajib Pakai Jilbab, Wanita Arab Saudi Eforia Rambut Bondol

Riyadh – Para wanita di Arab Saudi kini tak lagi wajib memakai jilbab. Kerajaan Arab …