Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM di pembukaan Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Lampung
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM di pembukaan Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Lampung

Duta Damai Dunia Maya Harus Militan Sebarkan Kontra Narasi Radikal Terorisme di Dunia Maya

Bandar Lampung – Penyebaran ideologi radikal terorisme di kalangan generasi muda muda sangat masif. Kelompok radikal terorisme sangat masif menyebarkan propaganda untuk merekrut anggota-anggota baru, terutama dari kalangan generasi milenial.

Faktanya, dari sebuah hasil penelitian, 12,2 persen generasi milineal dari usia 20-39 tahun dari seluruh penduduk Indonesia, masuk dalam index potensi radikalisme. Ciri-cirinya, mereka anti Pancasila, pro khilafah dan separatis, intoleran, ekslusif terhadap perubahan dan lingkungan. Karena itu generasi muda Indonesia harus militan dalam melawan penyebaran ideologi radikal terorisme.

“Kalian tidak boleh kalah militan dari mereka, kalau mereka 24 jam, duta damai dunia maya harus lebih 36 jam per hari. Jihadlah kalian melawan propanganda radikal terorisme dengan menyebarkan kontra radikalisasi berupa kontra narasi, kontra ideologi, dan kontra propaganda di dunia maya,” ujar Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, saat memberikan pembekalan pada Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Lampung di Bandar Lampung, Selasa (23/11/2021).

Ia menyampaikan agar generasi muda yakin bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat, yakin bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki masa depan dan bangsa Indonesia memiliki infrastruktur yang komplet untuk menjadi bangsa yang beradab, bangsa yang besar dan utamanya tergantung kepada generasi muda.

”Maka kalian semua generasi muda, utamanya yang tergabung dalam Duta Damai Dunia Maya harus memiliki optimisme. Kalian harus punya militansi, kalian harus punya kepercayaan diri untuk bangkit, untuk membangun kedamaian, persatuan bangsa indonesia. Dan kalian jangan kalah militan dengan kaum radikal,” tegas Ahmad Nurwakhid.

Ia menegaskan bahwa radikalisme itu adalah sesat dan menyesatkandan paham yang dibangun di atas distorsi agama. Bagaimana mungkin mereka memahami pilar agama sebagai iman, hijrah, jihad.

Baca Juga:  Kelompok JAD Lampung Berniat Lakukan Teror Bom Pada Pengumuman Pemilu

“Itu penyesatan. Memang teks ada, tapi konteksnya bukan begitu. Yang pasti radikal terorisme itu adalah fitnah bagi agama dan negara dan bertentangan dengan islam rahmatan lil alamin,” tukasnya.

Untuk itu, mantan Kabagops Densus 88 meminta para calon duta damai dunia maya nantinya bisa menyebarkan kontra radikalisasi di dunia dengan konten-konten damai sesuai dengan gaya dan bahasa anak muda.

”Semua kontent-konten hoaks, konten-konten provokatif, adu domba yang mengadu domba anak bangsa harus kalian jawab dengan kontra narasi, kontra ideologi dan kontra propaganda. Jangan diam, karena kita adalah silent majority harus bangkit bersama-sama demi NKRI, Pancasila harga mati,” ajak Ahmad Nurwakhid.

Ia mencontohkan salah satu penyebaran ideologi radikal terorisme adalah ideologi khilafah. Padahal dalam ajaran Islam, khilafah itu multitafsir. Sejauh ini setiap ulama bisa berpendapat tentang khilafah. Padahal dalam Alquran, khilafah itu tidak dikenal, yang ada adalah khalifah.

“Orang-orang yang masih bicara khilafah di Indonesia, sedang khilaf. Itu ikhtilab, khilafiah, multi tafsir, setiap ulama beda-beda. Banyak para ahli mengatakan sistem pemerintah Indonesia identik dengan nubuwah seperti jaman Nabi di Madinah,” paparnya.

Buktinya, lanjut Nurwakhid, tidak ada satu pun dalam Pancasila yang bertentangan dengan Islam. Memang Indonesia bukan negara Islam, tetapi Indonesia adalah negara Islami. Sayang, sejauh ini belum ada aturan yang melarang ideologi ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Hanya yang sudah dilarang ideologi Leninisme, Marxisme, dan Kominsme.

Karena itulah keberadaan duta damai dunia maya ini sangat dibutuhkan untuk untuk melakukan kontra narasi, kontra ideologi, dan kontra propaganda untuk melawan mereka di dunia maya, terutama yang menyasar generasi muda.

“Radikalisme itu fitnah bagi islam, karena radikalisme tindakannya tidak sesuai Islam rahmatan lil alamin. Ini politisasi agama, manipulasi situasi dengan hoax. Pancasila, UUD 45, NKRI, sudah sangat Islami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemuda yang Sesat Memaknai Jihad dengan Jahat

Ia menegaskan bahwa Pancasila sudah teruji kesaktiannya. Terbukti 15 kali pemberontakan dalam 20 tahun sejak Indonesia merdeka, selalu gagal. Menurutnya, Pancasila itu produk genius dari founding fathers dan tokoh agama yang digali dari nilai luhur dan budaya bangsa Indonesia, sehingga mengalamkan Pancasila sejatinya mengamalkan agama.

Buktinya lagi, Pancasila mampu menyatukan lebih kurang 1200 suku dalam sebuah negara Indonesia yang aman. Itu karena Pancasila mampu menjadikan menyatukan heterogenitas bangsa.

“Bangsa kita sudah bangsa hebat. Jangan minder. Ini menjadi tugas kalian semuanya. Radikalisme terorisme itu fitnah negara, agama, maka harus dilakuan penanggulalngan secara semesta dengan  melibatkan seluruh elemen bangsa. Kita doakan saudara kita yang jadi teroris dapat hidayah dan kembali ke NKRI dan Pancasila,” tandas Ahmad Nurwakhid.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Masalah Warisan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Ini Jawaban KH Cholil Nafis

Jakarta – Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, beberapa …

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Ajakan Tak Digubris Ketua Umum, Rais Aam PBNU Putuskan Gelar Konbes Jelang Muktamar 7 Desember

Jakarta – Suasana jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin panas. Hal …