anal seks
anal seks

Fikih Berbicara Anal Seks

Ramai publik membicarakan hubungan ranjang yang abnormal dan tidak semestinya. Ya, anal seks lagi hebohnya di media sosial setelah seorang istri melaporkan suaminya telah melakukan kekerasan seksual, suaminya memaksa untuk melakukan seks anal. Eksploitasi terhadap istrinya dilakukan berulang dalam rentang waktu dua bulan umur pernikahan mereka.

Dalam agama Islam, al Qur’an berbicara, “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datanglah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki”. (al Baqarah: 223).

Sepintas, ayat ini memberi kewenangan kepada suami untuk melakukan hubungan ranjang dengan istrinya sesuka dan semaunya. Dari depan boleh, belakang, dan samping pun boleh. Jalan depan maupun jalan belakang. Namun apakah memang demikian harus membaca tafsirnya dulu supaya tidak gagal paham.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip pendapat Ibnu Abbas menjelaskan, kata al Harts (ladang) dalam ayat tersebut maknanya maudhu’ul walad atau tempat anak (rahim). Beliau juga membatasi arti “Bagaimana saja kamu kehendaki”, bukan semau dan sesuka hati. Melainkan hanya hubungan badani melalui vagina. Yang dimaksud bebas disini hanya sebatas, baik berhadapan, saling membelakangi, menyamping dan seterusnya.

Rujukan penafsiran Ibnu Katsir ini didasarkan pada hadis Nabi dari Ibnu Abbas, “Allah tidak berkenan melihat laki-laki yang mendatangi (jima’) kepada istrinya atau kepada laki-laki lain melalui dubur”. (HR. Turmudzi).

Pada hadis yang lain Nabi bersabda, “Datangilah dia (istri) dengan gaya apapun selama di vagina”.

Pendapat Ulama Fikih

Berdasarkan dua sumber primer tersebut, ulama fikih kemudian merumuskan hukum tentang hukum anal seks.

Menurut ulama Syafi’iyah, seperti ditulis oleh Imam Nawawi dalam Raudlatu al Thalibin (5/535), suami boleh menggauli istri dengan gaya apa saja yang penting dilakukan pada vagina. Sedangkan melakukan anal seks hukumnya haram. Boleh bersenang-senang dengan anggota antara dua pantat tapi jangan sampai masuk ke dubur. Juga boleh memasukkan dzakar ke vagina dari arah belakang.

Baca Juga:  Haramkah Memotong Jenggot ?

Inilah hukum anal seks dalam Islam. Mulai dari ayat al Qur’an, hadis dan pendapat para ulama semuanya menyatakan hukum anal seks haram. Hubungan ranjang yang dibolehkan adalah bersenggama lewat jalan vagina dengan gaya apapun.

 

 

 

 

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

hari santri NKRI

Maulid Nabi, Hari Santri dan NKRI

Sederhana menjadi tanda khas kaum santri. Memakai sarung, songkok miring, dan sandal jepit. Busana yang …

toleransi sunnah nabi

Ulama Salaf Semangat Merayakan Maulid, Generasi Kini Semangat Berdebat Hujjah Maulid

Menurut pendapat yang masyhur, Rasulullah dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal, Tahun Gajah. Bertepatan …