Majalengka – Generasi muda diajak untuk mencintai seni yang berangkat dari nilai-nilai agama. Ini penting agar generasi muda memahami dengan baik dan tahu paradigma benar terkait dengan seni
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam KH Jeje Zaenudin Jeje saat menjadi keynote speaker Workshop Kaligrafi, di Pondok Pesantren Santi Asromo, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2024).
“Kita mengajak generasi muda dan remaja (untuk) mencintai seni yang berangkat dari nilai-nilai agama,” kata Kiai Jeje dikutip dari laman MUI Digital.
Ia menjelaskan, seni merupakan fitrah naluriah manusia. Sementara generasi remaja, berada di fase mencari identitas diri yang sangat dipengaruhi oleh dorongan jiwa seni. Karena itu, kegiatan ini sangat penting. Terlebih lagi diiringi dengan program Remaja Bertanya, Ulama Menjawab Seputar Seni Budaya.
Kiai Jeje menekankan, kegiatan ini untuk mengarahkan dan memberikan pemahaman yang baik serta paradigma yang benar terkait dengan seni.
“Kalau tidak diarahkan dan diberikan pemahaman yang baik (serta) paradigma yang benar tentang seni, akan dipengaruhi oleh pemahaman seni yang merusak,” jelasnya.
Selain itu, Kiai Jeje menuturkan bahwa manusia juga tidak dapat dipisahkan dari tiga aspek. Ketiga aspek tersebut, yakni agama, sains dan teknologi, serta seni.
“Semoga memberikan manfaat, juga menjadi program yang berdampak LSBPI MUI kepada generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah