Pesantren Manarul Huda Cibiru Antapani Bandung
Pesantren Manarul Huda Cibiru Antapani Bandung

Guru Perkosa 12 Santri dan Lahirkan 9 Anak, Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Manarul Huda

Jakarta – Pemimpin dan guru pesantren bernama Herry Wirawan adalah manusia bejat yang telah memperkosa 12 santriwatinya sampai melahirkan 9 anak. Herry adalah pimpinan Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung. Fakta busuk itu terungkap saat Herry mulai disidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kementerian Agama (Kemenag) pun langsung mengambil sikap tegas terhadap kejadian ini. Kemenag pun mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” kata Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani dalam keterangan tertulis, Jumat (10/12/2021).

Ali mengatakan tindakan tegas ini diambil karena Herry diduga melakukan pemerkosaan terhadap sejumlah santri.

Selain mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Kemenag menutup Pesantren Tahfidz Quran Almadani yang diasuh Herry Wirawan. Lembaga ini belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama.

“Pemerkosaan adalah tindakan kriminal. Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian. Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini,” tegas Ali.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengungkapkan pihaknya sejak awal telah mengawal kasus ini. Kemenag telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat. Langkah pertama yang sudah diambil adalah menutup dan menghentikan kegiatan belajar-mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag juga langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing dan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya. Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Sebelumnya, Kemenag juga menutup Madani Boarding School. Pesantren itu ternyata tidak mengantongi izin dari Kemenag. Madani Boarding School disebut serupa dengan rumah tahfiz, bukan sekolah formal.

Baca Juga:  Kunjungi Pesantren TGB, Kepala BNPT: Sinergi & Komunikasi Dengan Ulama Untuk Eliminasi Paham Radikal dan Intoleransi

“Izin operasional untuk pesantren tidak ada, tetapi dia nginduk ke Pesantren Manarul Huda yang di Antapani. Jadi secara personal, izin tidak ada, itu semacam rumah tahfiz ya,” kata Kepala Kemenag Kota Bandung Tedi Ahmad Junedi dihubungi via sambungan telepon, Kamis (9/12/2021).

Kesimpulannya tersebut, kata Tedi, berdasarkan hasil pantauan timnya di lapangan. “Berdasarkan hasil pemantauan teman-teman ke lapangan, dia melakukan lebih cenderung rumah tahfiz, pengajian kitab kuning dan lainnya,” tambahnya.

Seperti diketahui, Herry Wirawan tega memperkosa 12 santriwatinya. Pemerkosaan itu dilakukan selama 5 tahun, pada 2016-2021.

Perbuatan bejat itu dilakukannya di pesantren, apartemen, juga hotel di Bandung. Adapun beberapa tempat tersebut antara lain di yayasan KS, yayasan pesantren TM, pesantren MH, basecamp terdakwa, apartemen TS, Hotel A, Hotel PP, Hotel BB, Hotel N, dan Hotel R.

Dari pemerkosaan itu, 7 santriwati hamil dan sudah melahirkan. Ada juga yang masih dalam kandungan. Bejatnya lagi, Herry Wirawan justru mengakui anak-anak korban sebagai yatim-piatu dan menyuruh mereka meminta sumbangan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur S IP M Si

Celah Intoleransi Dalam Beragama Diincar Kelompok Radikal Untuk Sebarkan Virus Radikalisme

Jakarta – Kelompok radikal selalu berupaya memanfaatkan berbagai cara untuk menyebarkan virus radikalisme. Salah satunya …

RDP Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR RI

Dai Harus Miliki Strategi Metode Dakwah yang Menitikberatkan Wawasan Keberagamaan dan Kebangsaan

Jakarta – Sertifikasi penceramah atau dai dilakukan demi meningkatkan pemahaman moderasi beragama kepada kalangan dai …