Taj Yasin Maimoen
Taj Yasin Maimoen

Tanggapi Kasus Guru Perkosa Santriwati, Gus Yasin:  Coreng Nama Baik Pesantren

Semarang— Seorang guru di Madani Boarding School di Cibiru, Bandung, beranam Herry Wirawan (HW) telah memperkosa 12 santriwati sejak 2016 dan melahirkan delapan anak, dua orang lagi masih hamil. Kasus ini dinilai telah mencoreng citra pesantren, karena pelaku banyak disebut pimpinan pondok pesantren.

Namun, hal itu tidak boleh membuat masyarakat menjadi fobia terhadap pondok pesantren. Sebaliknya, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk membuktikan dan menyuarakan kepada masyarakat mengenai ajaran pondok pesantren yang murni.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Rabu (15/12), mengatakan, pondok pesantren yang murni adalah yang mengedepankan akhlakul karimah serta norma dan syariat Islam. Sehingga masyarakat tidak gampang memberikan stigma negatif kepada semua pesantren.

“Ternyata Madani Boarding School tersebut bukan pondok pesantren,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Rabu (15/12/2021), dikutip dari laman republika.co.id.

Menanggapi kasus perkosaan itu, Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin Maimoen, meminta masyarakat harus bisa membedakan antara pondok pesantren yang benar-benar mengajarkan syariat dan mengajarkan nilai-nilai akhlakul karimah dengan lembaga yang ‘abal-abal’.

Apabila persoalan seperti ini tidak direspons, dia melanjutkan, berpotensi membuat masyarakat tidak percaya dengan pendidikan di pondok pesantren. Masyarakat menjadi fobia karena pondok pesantren tidak memberikan jaminan rasa aman dan nyaman untuk belajar agama.

Kalau masyarakat menjadi fobia dengan pondok pesantren, bagaimana tanggung jawab masyarakat pesantren?

“Padahal lebih banyak pondok pesantren yang bagus dalam pengelolaaan pendidikannya,” kata Gus Yasin.

Oleh karena itu, Gus Yasin berpandangan, organisasi Islam perempuan seperti JP3M bisa membantu menyuarakan pendidikan pondok pesantren. Antara lain dengan mengunggah konten-konten positif di media sosial.

Di samping itu, bisa juga bergabung dengan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah. Dengan bergabung ke BKOW, bisa melakukan kontribusi yang lebih besar dalam menyuarakan pesantren yang sesungguhnya.

Dalam organisasi BKOW, JP3M bisa menyisipkan niliai ajaran Islam sekaligus menyampaikan bahwa pondok pesantren tidak hanya memikirkan kepentingan pondok sendiri. Tetapi, juga memberi perhatian pada lingkungan di sekitarnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Wapres HUT ke 45 MUI

Fatwa MUI: Terorisme Bukan Jihad, Terorisme Haram!

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa aksi terorisme bukan jihad, terorisme …

Cak Islah Bahrawi

Tolak UU Buatan Manusia, Islah Bahrawi: Teroris Hanya Mau Jalankan Hukum Syariah

Jakarta –  Kelompok teroris menganggap Undang-undang harus menggunakan hukum syariah yang dalam pemahamannya sebagai buatan …