Gus Muwafiq bermain gitar dan musik
Gus Muwafiq bermain gitar dan musik

Gus Muwafiq: Musik Akan Jadi Alat Setan Bila Dipegang Orang-orang Yang Lalai

Jakarta – Pernyataan Uki Eks Noah bahwa musik itu haram berbuntut kontroversi. Raja Dangdut H. Rhoma Irama menegaskan musik bisa menjadi sarana dakwah, sementara Virgoun memilih positif memandang musik, karena mau musik itu haram atau halal, akan tergantung pribadi masing-masing.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Gus Miftah mengunggah kalimat penyair sufi Jalaludin Rumi, bahwa musik yang diharamkan dalam Islam itu adalah ketika suara piring ketemu dengan sendok, dimainkan oleh orang kaya dan didengarkan oleh orang kelaparan. Itulah musik yang diharamkan dalam Islam.

KH Ahmad Muwafiq atau karib dipanggil Gus Muwafiq pun ikut angkat bicara terkait masalah ini. Menurutnya musik akan menjadi alat setan dan melalaikan bila dipegang oleh orang-orang yang memang lalai.

“Sekarang kita menyikapi ada orang yang mengatakan bahwa musik itu adalah alat maksiat, ya mungkin memang waktu dia pegang alat musik jadi maksiat jadi nggak bisa generalisir, itu urusan dia,” jelas Kiai yang suka bermain gitar ini.

Gus Muwafiq mencontohkan, Iwan Fals, Rhoma Irama, Grup Qasidah Nasida Ria, hingga Habib Luthfi juga menyukai musik dan menjadikannya sebagai media dakwah. Ia menjabarkan bahwa seni sudah ada jauh sebelum peradaban Islam. Seiring dengan perjalanan manusia keindahan yang terstruktur, kepantasan yang terstruktur, manifestasi batin yang kemudian terstruktur menjadi bunyi. Ketika bunyi manusia tidak cukup terciptalah alat agar harmoni.

“Nah ketika manusia nggak cukup depak-depok lahirlah alat musik. Alat musik itu sesungguhnya alat untuk menutupi atau melengkapi kekurangan manusia,” terang Gus Muwafiq.

Selama ini Muwafiq dikenal sebagai pendakwah yang mahir bermain gitar. Dia mengaku lebih terpikat dengan gitar karena dinilai unik ketimbang drum dan organ. Ketertarikannya itu muncul ketika masih tinggal di pondok pesantren, dia kerap secara sembunyi-sembunyi menyaksikan konser musik.

Baca Juga:  Pandemi Corona, Al-Qaeda: Dalami Islam, ISIS: Buang Belas Kasihan

“Iya itu sejak 1980-an. Melihat orang nyanyi itu biasa karena saya juga bisa qiro’ah, salawatan. Menggebuk drum dan menekan tuts organ juga nggak aneh, tapi kok gitar dipetik-petik gitu bisa bunyi,” katanya.

Dia mengakui orang tuanya sempat melarangnya bermain gitar. Tapi hal itu lebih karena khawatir anaknya itu lupa mengaji. “Bukan karena membid’ahkan musik tapi takut anaknya ini lupa ngaji,” ujarnya.

Dia berpandangan, bagi orang yang merasa harus menghindari musik itu sama dengan makan daging kambing. Bagi orang yang sehat tidak menjadi masalah tapi bagi orang yang darah tinggi jangan.

“Bagi orang darah tinggi sudah harus tahu bahwa dalam hukum pribadinya daging kambing haram walaupun bukan haram secara syar’i,” ujarnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …