habib luthfi
habib luthfi

Harlah NU ke-95: Nahdliyyin Harus Mimiliki Sikap Patriotisme Seperti Habib Luthfi

Beliau teladan sebenarnya tentang bagaimana mencintai tanah bangsa. Di saat Indonesia digoncangkan oleh separatisme, radikalisme dan terorisme, habib sekaligus ulama asal Pekalongan ini membuat semboyan “Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati”. Tidak terhenti di titik ini, beliau mengaplikasikan semboyannya dengan langkah kongkrit berupa mendirikan Ormas kebangsaan ‘Pecinta Tanah Air Indonesia  (PETANESIA).

Apa yang dilakukan Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah al Mu’tabarah an Nahdilyah ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap tanah air kepada segenap masyarakat Indonesia seperti telah dicontohkan oleh para pejuang kemerdekaan.

Sebab arus usaha memecah kembali Indonesia, walaupun tidak terlalu deras, telah mengalir. Di era media sosial saat ini, kita menyaksikan upaya adu domba itu begitu kentara sekali. Bertahun-tahun Indonesia dikepung oleh kampanye kebencian yang dihembuskan oleh radikalisme, bahkan sampai pada prilaku kejam terorisme.

Upaya Habib Luthfi merupakan pupuk semangat untuk selalu mencintai tanah air dan memegang erat pondasi kebangsaan. Tidak boleh berkurang apalagi luntur bila tidak ingin Indonesia yang tentram dan damai akan musnah. Prototipe Indonesia sebagai negara pluralitas yang membuktikan agama Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi manusia akan hancur. Jika demikian maka Islam bukan agama terbaik karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

Gerakan yang dilakukan oleh Habib Luthfi tentu menggembirakan dan harus digelorakan. Kenapa? Supaya semua mata masyarakat dunia bisa melihat bahwa Islam memang agama yang benar dan cinta damai. Gambarannya ada di Indonesia dengan penganut Islam terbesar dengan angka fantastis yang mampu menjadi pengayom bagi umat minoritas agama lain.

Secara kodrati sebenarnya cinta tanah air ada di relung sanubari semua masyarakat Indonesia. Sudah menjadi sunnatullah setiap manusia pasti mencintai tanah kelahirannya. Sebenarnya pula, untuk mencintai tanah air tidak perlu dalil. Andaipun agama tidak melegitimasinya, naluriah manusia akan tetap mencintai tanah tempat lahirnya. Bila demikian mengapa ada anak bangsa yang berusaha mencabik-cabik keutuhan NKRI?

Baca Juga:  Bertindak Rasis Berarti Menyatakan Diri Keluar dari Islam

Sekali lagi, semangat cinta tanah air yang dimiliki oleh Habib Luthfi perlu selalu digelorakan dan dilestarikan. Ini mengingatkan kita pada perkataan pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asy’ari ‘Hubbul Wathon Minal Iman’, cinta tanah air sebagian dari iman. Maka tidak dikatakan beriman seseorang yang berusaha merusak keutuhan bangsanya.

Bukankah Allah berfirman, “Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara dzalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan”. (Huud:117).

Tandasnya, ayat ini berpesan bahwa baik tidaknya suatu negeri ditentukan oleh bangsanya sendiri. Oleh karena itu, alangkah mulianya jika anak-anak bangsa ini bersepakat dan mufakat untuk mencintai dan menjaga tanah air bersama-sama. Bila pun ada diantara segelintir anak-anak bangsa yang berusaha mengoyaknya, bersama-sama pula kita untuk mematahkannya.

Maka, gerakan cinta tanah air seperti telah dilakukan oleh Habib Luthfi sepatutnya dan selayaknya ditiru oleh yang lain. Entah itu yang penganut Islam, ataupun penganut agama-agama lain yang ada di Indonesia. Setelah itu, kita berangkulan tangan untuk sama-sama menjaga keutuhan NKRI. Dan, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

pesan nabi menjelang ramadan

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …