Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan

Harus Ada Upaya Nyata dan Serius Jaga Harmoni Kehidupan Beragama

Jakarta – Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus kriminal di masjid. Mulai dari penyerangan pendakwah di Batam sampai pembakaran mimbar masjid di Makassar. Tindakan-tindakan itu dinilai sebagai bentuk intoleransi dan radikalisme.

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengecam keras tindakan-tindakan itu. Dia meminta aparat untuk mengusut dan menginvestigasi motif para pelaku. Pemerintah juga diminta agar melakukan upaya yang nyata dan serius dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama, dan masyarakat tidak terprovokasi.

“Pemerintah harus segera merespon tindakan pembakaran mimbar masjid ini dengan mengusut tuntas apa yang menjadi motifnya. Membakar rumah ibadah adalah tindakan intoleran dan berbahaya,” ujar Syarief dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (27/9/2021).

Peristiwa-peristiwa ini harus dijadikan atensi pemerintah dan seluruh warga negara bahwa keharmonisan beragama adalah salah satu kunci dalam merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Indonesia adalah negara yang berlandaskan pada Ketuhanan Yang Maha Esa,” sambungnya.

Politisi senior Partai Demokrat ini mengingatkan, tindakan yang melecehkan simbol agama telah berulang kali terjadi. Hal ini tentu saja tidak dapat dibiarkan karena akan merusak harmoni dan toleransi beragama.

Menurutnya, perkara ini sangatlah sensitif dan rawan memicu ketegangan di tengah-tengah masyarakat.

“Soal agama ini soal keyakinan, sangatlah sensitif. Kita tidak bisa hanya melihat peristiwa pelecehan simbol agama ini dari perspektif keamanan semata, sebab spektrumnya tidaklah personal. Menangkap pelakunya saja tidaklah cukup, melainkan harus diuraikan secara tuntas apa yang mendasari tindakan pelaku tersebut,” terangnya.

Syarief mengatakan, peristiwa di Makassar ini tidak hanya akan terbatas berimbas pada keharmonisan sosial di Makassar saja, melainkan berdampak pada keharmonisan sosial di seluruh wilayah Indonesia. Dia berharap pemerintah dapat memastikan agar peristiwa serupa tidak berulang.

Baca Juga:  Berdakwah Harus Kreatif dan Ikuti Perkembangan Zaman

Selain itu, Pemerintah harus tegas dan nyata menjaga kondusifitas kehidupan sosial dengan melakukan deteksi dini dan mitigasi teror agar persoalannya tidak melebar dan menjadi bias.

“Saya percaya aparat keamanan mampu melakukan upaya cegah dan tangkal intoleransi dan menjaga keharmonisan sosial. Kepercayaan serupa yang diyakini dan diharapkan mampu dijalankan secara nyata dan serius,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …