Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid

Hj. Sinta Nuriyah Rajin Sahur Keliling Promosikan Toleransi Beragama dan Kebhinnekaan Tiap Ramadan

Jakarta – Ibu negara keempat DR(H.C) Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid M.Hum dikenal sebagai pribadi yang sangat peduli dengan keberagaman di Indonesia. Hal itulah yang mendorong Hj. Sinta Nuriyah banyak melakukan kegiatan-kegiatan untuk mempromosikan nilai-nilai ke-Indonesiaan lewat toleransi beragama dan kebhinnekaan.

Salah satunya dengan menggelar sahur keliling lintas aman setiap bulan Ramadan sejak tahun 2000. Selain itu, Hj. Sinta Nuriyah melalui Yayasan Puan Amal Hayati banyak memberikan perhatian terhadap isu-isu perempuan.

“Dalam pikiran saya pertama adalah ketika terjadi tragedi 14 Mei 1998, di situ saya sadar betapa pentingnya kerukunan dan persatuan anak Indonesia,” kata Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dalam peringatan Hari Kartini yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Gerakan Optimisme Indonesia, Minggu (25/4/2021), dikutip dari NU Online.

Pada 1999 saat KH Abdurrahman Wahid diangkat menjadi Presiden, kata Nyai Sinta, terlintas dalam pikiran dan benaknya untuk mengadakan acara sahur keliling saat Ramadan. Mengingat banyak sekali pedagang kaki lima, ibu-ibu penjual nasi, dan warga yang tidak bertempat tinggal yang ketika waktu sahur tiba kemungkinan besar tidak bisa bersantap sahur.

“Dengan adanya bayangan seperti itu maka terpikir oleh saya untuk berbagi rezeki dengan mereka,” ungkap Nyai Sinta.

“Saya teringat kalau NKRI itu adalah negara yang masyarakatnya majemuk dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Saya kemudian mempunyai pikiran bagaimana kalau saya mengajak semuanya untuk membantu saya melakukan sahur keliling,” imbuhnya.

Hal itu menjadi salah satu misi Nyai Sinta untuk memperkokoh persaudaraan antar-sesama anak bangsa, dan dari kegiatan ini oleh Majalah TIMES Nyai Shinta dinobatkan menjadi 100 orang berpengaruh di Dunia.

“Artinya keinginan saya itu diterima oleh semuanya dengan suka cita karena mereka merasa kalau mereka itu memang anak bangsa, jadi mereka senang melakukan semua itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Ini Kota Muslim di Rusia yang Pertama Kali Cetak Alquran

Menurutnya, disamping acara sahur bersama pada acara itu juga dirinya selalu mengingatkan esensi berpuasa di bulan Ramadan.

“Itu karena mereka tidak mengerti tentang makna dan hakikat puasa yang sebenarnya. Untuk itu saya ingin mengingatkan kepada saudara-saudara yang berada di pelosok yang tidak sempat memikirkan hal itu, mari kita ajak untuk berbincang-bincang mengenai hal itu,” pesan Nyai Sinta.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …