Imam Shamsi Ali
Imam Shamsi Ali

Indonesia Contoh Konkret Wajah Islam Paling Toleran di Dunia

Jakarta –Indonesia merupakan salah satu contoh konkret wajah Islam yang paling toleran di dunia. Hal itu dikatakan oleh President of Nusantara Foundation dan juga Imam Besar Islamic Center New York Imam Shamsi Ali.

“Di Indonesia, jangankan diberi hak yang sama, ada masa-masa malah justru teman-teman minoritas (non-Muslim) kita ada di (posisi) atas. Baik secara ekonomi dan lainnya. Dan itu masih terasa. Umat Islam Indonesia adalah pelaku demokrasi yang nyata di dunia,” kata Shamsi Ali dikutip dari laman Republika.co.id, MInggu (20/3/2022).

Ia mengatakan, bahwa ketika terjadi demonstrasi damai 212 di Indonesia, media Barat terutama yang ada di Amerika, menyebut Indonesia sebagai negara yang berada di ambang kehancuran sama seperti Suriah. Namun Shamsi langsung bersuara keras dan menjamin bahwa umat Muslim Indonesia merupakan umat yang paling toleran di dunia.

Dia membandingkan bagaimana kondisi di Amerika Serikat yang menyebut dirinya sebagai negara demokratis di dunia. Untuk dapat memperoleh hari libur Idul Adha dan Idul Fitri di Kota New York saja, umat Islam Amerika melakukan perjuangan hingga tujuh tahun lamanya.

Sedangkan di Indonesia, lanjut dia, Presiden Gus Dur dalam masa jabatannya mengesahkan hari libur nasional untuk Imlek Konghucu. Adapun agama-agama di luar Islam, hari liburnya bahkan telah ada sejak lama.

Pihaknya juga menekankan bahwa ciri-ciri moderasi salah satunya adalah menghadirkan teladan. Untuk itu, dia menyerukan kepada umat Islam untuk senantiasa memberikan karakteristik keteladanan dalam menjalankan aktivitas.

Dia menjelaskan kata moderasi, toleransi, dan radikalisme kian populer setelah terjadinya peristiwa 9/11 di Amerika Serikat, pada dekade lalu. Islam menjadi sasaran kebencian dan masih terasa hingga saat ini.

Baca Juga:  Kemenag Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan 5 Mei

Dia mengatakan, belakangan kata moderasi dan radikalisme kerap dimanfaatkan beragam pihak untuk mencapai kepentingan tertentu. Sehingga dalam perjalanannya, terjadilah politisasi istilah.

“Kata toleransi dan moderasi kerap kali digunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Sehingga esensi dari kata-kata yang indah ini kadang disalahgunakan. Sebenarnya apa itu moderasi? Dalam Islam, moderasi itu ya siratal mustaqim,” jelas Shamsi.

Dia menjelaskan bahwa umat Islam harus memahami bahwa orang yang mengaku Muslim tidak bisa memisahkan dirinya dari Islam. Tidak bisa seorang Muslim menjalankan keislamannya secara parsial. Dia menilai, jangan sampai umat Islam memahami bahwa moderasi itu mereduksi nilai komitmen keagamaan seorang Muslim.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi

Innalillahi… Cendekiawan Islam Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Wafat

Jakarta – Dunia Islam kembali kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Cendekiawan Islam dan Presiden Pendiri …

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …