Jakarta – Indonesia adalah negara beragam suku, agama, ras, dan antar golongan. Dibawah panji Pancasila, Indonesia mampu menyatukan keberagaman itu menjadi satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Toleransi menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan beragama yang indah di Indonesia.
Seperti saat bulan suci Ramadhan, banyak cara dan tradisi yang dilakukan di seluruh dunia. Tapi Indonesia dengan keberagaman itu justru membuat Ramadhan itu menjadi paling indah.
“Nah inilah bulan Ramadhan yang paling indah di Indonesia ya, karena toleransinya benar-benar terwujud,” ujar Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, saat berkunjung ke MUI Pusat, Jakarta, Selasa (11/3/2025) dikutip dari MUI Digital.
Menag menambahkan bahwa toleransi beragama selama bulan Ramadhan benar terasa adanya. Bagi umat beragama di luar Islam, mereka sangat menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Pada bulan Ramadhan, tidak ada restoran yang terbuka lebar atau orang merokok dan makan di tempat terbuka. Bahkan, beberapa hotel dan restoran didesain sedemikian rupa bernuansakan bulan Ramadhan.
Selain itu, syiar-syiar Islam selama bulan Ramadhan juga meningkat. Beberapa stasiun televisi selama 24 jam aktif menayangkan siaran keislaman.
“Toleransi semacam itulah yang tidak dapat dijumpai pada bulan Ramadhan di luar negeri, Maka itu, Indonesia itu betul-betul adalah surga bagi bulan Ramadhan,” ungkapnya.
Kunjungan Menag ke MUI ini dalam rangka melakukan silaturrahim dan meminta masukan kepada jajaran pimpinan MUI yang selama ini menjadi mitra pemerintah (shodiqul hukumah).
“Karena bagi kami, pengurus MUI itu adalah orang tua kami, senior kami, tempat untuk memperoleh wejangan,” pungkas Nasaruddin.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah