quraiz
quraiz

Ini Penjelasan Prof. Dr. Quraish Shihab Soal Sholat di Rumah Saat Zaman Nabi

JAKARTA – Banyak ulama dan para cendikia yang telah berkomentar terkait bagaimana hukum untuk melaksanakan ibadah dirumah guna menghindari sebaran virus Covid- 19. Salah satu ulama moderat yang juga merupakan ahli tafsir Al-quran di Indonesia, M Quraisy Shihab turut menanggapi fatwa yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Salah satu fatwa yang dikeluarkan oleh MUI adalah mengajurkan untuk tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid termasuk shalat jumat yang dapat diganti dengan shalat zuhur dirumah.

Ulama alumni Al Azhar Cairo,  Mesir yang juga merupakan teman karib almarhum Gus Dur ini menjelaskan bahwa fatwa yang dikeluarkan karena virus corona memang didasarkan pada sesuatu yang membahayakan jiwa.

Nah, sekarang virus corona semua sepakat menyatakan bahwa dia membahayakan jiwa manusia. Maka ulama-ulama memberi fatwa tidak dianjurkan bagi mereka untuk hadir dalam shalat-shalat berjamaah, bahkan shalat Jumat,” ujarnya dalam cuplikan video call yang diunggah putrinya, Najwa Shihab di akun instagramnya, seperyi dilansir dari laman republika.co.id, Kamis (19/3).


Quraish Shihab melanjutkan, bahkan dizaman nabi, sahabat nabi pernah mengubah redaksi adzan ketika terjadi hujan lebat. Dalam redaksi adzan yang tersebut, umat Islam diajak untuk melaksanakan shalat di rumahnya masing-masing.

“Dulu, pada zaman sahabat-sahabat nabi pernah terjadi hujan lebat sehingga jalan becek. Azan ketika itu diubah redaksinya. Kalau di dalam azan ada kalimat yang menyatakan  hayya ala shalah, mari melaksanakan shalat, maka panggilan ketika itu berbunyi, shalatlah di rumah kalian masing-masing,” katanya.

“Ini bukan berkaitan dengan keselamatan jiwa, tetapi berkaitan dengan kesehatan dan kemudahan. Itu pandangan agama,” imbuhnya.

Dalam video lengkapnya yang diunggap Narasi TV, Quraish Shihab juga menjelaskan, Nabi Muhammad juga pernah bersabda bahwa orang-orang yang beraroma tidak sedap dilarang untuk mendekati masjid. Maka, jika yang beroma buruk saja tidak boleh mendekati masjid, apalagi orang yang terjangkit virus corona.

“Kalau aroma buruk saja yang menyandangnya, yang memiiki aroma buruk itu dilarang untuk mendekat, apalagi orang-orang yang dapat menimbulkan mudharat bagi kesehatan. Itu pandangan agama,” jelas Quraish.

Baca Juga:  Salat Jumat Perdana, Masjid Nabawi Disesaki 100 Ribu Jamaah

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

PMII

ACT Terindikasi Pendanaan Terorisme, PMII Sarankan Kader Lebih Selektif Memilih Lembaga Filantropi

Jakarta —  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi yang diduga berkaitan dengan …

menko pmk muhadjir effendy

Resmi Cabut Izin PUB ACT, Pemerintah Sisir Izin Lembaga Pengumpul Donasi Lain

Jakarta – Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang dalam sorotan karena terindikasi menyelewengkan dana umat, …