Canberra Australia dikenal sebagai negara bekas jajahan Inggris sehingga saat ini warga Negeri Kangguru didominasi oleh pendatang asal Inggris sebagai penduduk mayoritas Sementara penduduk asli suku Aborigin dan pendatang dari Timur Tengah beragama Islam menjadi minoritas Namun meski minoritas Muslim Australia ternyata memiliki peran besar dalam membangun Australia menjadi negeri maju seperti sekarang ini Pasalnya bangsa Muslim Timur Tengah yang dikenal sebagai penunggang unta ikut berperan penting sebagai penghubung wilayah yang mengantar para imigran dari Inggris dalam membuka lahan di pedalaman Australia Ammin Nullah Shamroze adalah keturunan dari para Muslim penunggang unta yang sering terlupakan di Australia Sehari hari Shamroze adalah seorang penjaga masjid tua di Broken Hill Ia memiliki logat bahasa Inggris warga pedalaman yang sangat kental Pria yang biasa disapa Bob ini merupakan keturunan terakhir para pendatang Timur Tengah yang di abad ke 19 bekerja sebagai penunggang unta Baca juga Myanmar Gunakan Edukasi Agama Sebarkan Isu Radikalisme Etnis Rohingya Tanpa jasa penunggang unta negara kita tidak akan seperti sekarang ini ujar Bob kepada ABC sebagaimana dikutip dari ABC Indonesia Jumat 25 1 2019 Bob tumbuh dewasa di kota pedalaman Broken Hill Ayahnya Shamroze Khan kemungkinan besar berasal dari Pakistan tiba pada akhir 1800 an untuk membantu pendatang Inggris menjelajahi pedalaman benua ini Menurut pengakuan Bob Shamroze riwayat Muslim di kedua sisi keluarganya nyaris tak pernah dibahas Ibu Bob juga keturunan penunggang unta Tidak ada yang pernah membicarakannya dan kami juga tak pernah bertanya tukas Shamroze Dia mengaku tak mengenal keluarga dari pihak ayahnya Kami tidak tahu dia naik kapal apa atau tanggal berapa dia datang ke sini ujarnya Meski tinggal sedikit yang menjalankan agamanya namun sebagai keturunan Muslim Bob Shamroze mengaku masih mengikuti tradisi penguburan sesuai ajaran Islam Ketika berusia 17 tahun Bob belajar tata cara menguburan dari pamannya ketika kakek dari pihak ibunya meninggal dunia Kami ke masjid dan harus memandikan jenazah kakek Dia menunjukkan bagaimana caranya Saya melakukan hal yang sama untuk jenazah kakakku kata Bob Kisah mereka kini dipamerkan di Museum Islam Australia di Melbourne bertujuan untuk mengungkap peran umat Islam dalam membangun Australia Direktur pendidikan pada museum ini Sherene Hassan menjelaskan pameran dimaksudkan sebagai upaya meluruskan sejarah Sangat bermakna bila masyarakat luas memahami kontribusi umat Islam ke Australia selama berabad abad katanya Pameran bertajuk Mekah ke Marree menggunakan teknologi realitas virtual 3 dimensi mengajak pengunjung menyusuri perjalanan Islam dari Mekah hingga ke masjid pertama Australia yang dibangun para penunggang unta di Marree Australia Selatan tahun 1885 Menurut Sherene Hassan kereta api Adelaide ke Darwin The Ghan yang dinamai dari penunggang unta Afghanistan terkesan menyesatkan Sebab para penunggang unta itu bukan hanya dari Afghanistan Mereka berasal dari berbagai negara bukan hanya Afghanistan tetapi juga Pakistan Mesir Suriah dan Turki jelasnya Penulis Hanifa Deen yang bukunya Ali Abdul v The King menceritakan kisah ini mengatakan mereka datang untuk bekerja dan berpetualang Tiga penunggang unta Afghanistan mendarat dengan 20 ekor unta bergabung dengan ekspedisi Burke dan Wills pada tahun 1860 jelas Deen Inggris menyadari betapa gersangnya padang pasir Australia dan berpikir unta bisa mengatasinya dan kita membutuhkan orang yang tahu menangani unta tambahnya Berbeda dengan pendatang China para penunggung unta itu tak diizinkan menambang emas atau membawa istri mereka ke Australia Mereka umumnya hanya tinggal beberapa tahun dan fokus sebagai pekerja transportasi di wilayah pedalaman yang keras Menurut Deen para penunggang unta yang kembali ke tanah air mereka secara tidak langsung kemudian merekrut orang lain Mereka bercerita tentang orang kulit putih dengan mata biru yang aneh atau kisah semacam itu Bagi mereka yang ingin berpetualang dan menghasilkan uang Australia adalah tempat yang tepat untuk itu tuturnya Deen mengakui hal ini juga bagian dari semacam penuturan selektif tentang sejarah Australia Ini sejarah yang tak terlihat Kita selalu fokus dengan sejarah orang kulit putih katanya Baru sekitar satu dekade terakhir katanya sejarah masyarakat adat mulai muncul karena mereka semakin giat menuntut agar dipandang sebagai bagian dari sejarah Australia

Tinggalkan Balasan