Mimpi Buruk
Mimpi Buruk

Inilah Anjuran Rasulullah Ketika Mengalami Mimpi Buruk

Beberapa hari terakhir ini, mimpi menjadi kata yang banyak dibahas oleh hampir semua kalangan masyarakat, terutama pasca peristiwa Haikal Hasan mengatakan bahwa dia mimpi bertemu Rasulullah. Mimpi adalah hal yang lumrah dialami oleh manusia ketika sedang tidur.

Tentu ada ragam jenis mimpi yang dialami oleh manusia: ada yang indah atau baik,  ada pula yang buruk. Terkait ini,  Rasulullah bersabda: “Mimpi itu ada tiga, mimpi indah sebagai salah wujud berita gembira dari Allah,  mimpi seorang Muslim yang dialami sendiri dan mimpi buruk (sedih) yang berasal dari syaitan. Jika salah seorang dari kalian ada yang sedang mendapatkan mimpi buruk, maka janganlah ceritakan kepada orang lain, bangunlah,  lalu tunaikan shalat. ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Muhammad al-Hilawi menambahkan bahwa ada juga mimpi yang berupa ilham dari Allah untuk hamba-Nya. Jenis mimpi ini tidak sembarang orang bisa, melainkan hanya untuk mereka yang bersih jiwanya, jauh dari pemikiran buruk, hatinya selalu berdzikir kepada Allah dan mimpinya haq. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam suatu riwayat dari Anas bin Malim r. a, bahwa Rasulullah bersabda:

“Mimpi orang beriman adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mimpi Nabi Ibrahim termasuk dalam jenis mimpi ini, yakni semula Nabi Ibrahim bernazar jika dikaruniai anak laki-laki dari Siti Sarah, maka beliau akan berkorban. Kemudian beliau bermimpi dalam tidurnya supaya memenuhi nazarnya. Dan hal ini pula yang menjadi penyebab lahirnya ajaran berkorban pada Idul Adha.

Jika mimpi indah, tentu saja relatif tak ada masalah. Lain halnya ketika mimpi yang dialami oleh seseorang itu mimpi buruk, tentu setidaknya akan menimbulkan satu pertanyaan: bagaimana atau hal apa yang harus dilakukan ketika kita mimpi buruk?

Baca Juga:  Jangan Mengaku Beriman, Jika Tidak Punya Cinta

Langkah utama dan bijak adalah meminta lindungan dari Allah SWT karena hal itu merupakan godaan syeitan yang terkutuk. Yang demikian ini sesuai dengan petunjuk Allah dalam QS. Al-A’raf: 200, “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syeitan, maka berlindunglah kepada Allah.”

Itulah petunjuk dari Alquran. Secara lebih detail, Rasulullah mengajarkan kepada umatnya tentang langkah langkah yang harus ditempuh ketika seseorang bermimpi buruk.

Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia benci (mimpi buruk), maka hendaklah ia meludah ke kiri sebanyak tiga kali dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syeitan sebanyak tiga kali dan ubahlah posisi tidurmu sebelumnya ke posisi lainnya.” (HR. Muslim).

Tiga langkah itulah yang harus ditempuh ketika seseorang bermimpi buruk. Meludah tiga kali ke kiri dimaksudkan sebagai bentuk ‘penghinaan’ kepada syeitan. Bersamaan dengan itu, membaca ta’awudz karena yang bisa mengusir syeitan adalah Allah.

Jika ketiga langkah sebagaimana dijelaskan di atas belum mampu membebaskan dari mimpi buruk, maka hendaknya seseorang yang dalam keadaan seperti ini bangun untuk mengambil wudhu dan menyempurnakannya serta mengerjakan shalat. Insyaallah, cara ini akan menjadikan tidur kita tidak lagi diiringi oleh mimpi buruk.

Selain itu, para ulama juga memberikan penekanan tentang adab ketika hendak tidur, diantaranya punya wudhu, membaca doa, miring kekanan (sunnah nabi), membaca surat-surat tertentu seperti Al-Ihlas, Al-Falaq, An-Nas dan At-Tin.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag

Avatar
Penulis Buku Konsep Khilafah dalam Alquran Perspektif Ahmadiyah dan Hizb Tahrir