20210315122033
20210315122033

Innalillahi Wainnailahi Rojiun: In Memoriam Anton Medan: Nabi Saja Ada yang Pernah Dipenjara

JAKARTA – Tan Hok Liang tidak banyak orang yang tahu nama aslinya, begitu juga dengan namanya setelah memeluk agama Islam yaitu Ramadhan Effendi, orang lebih banyak mengenalnya dengan nama Anton Medan.

Nama yang begitu populer didunia hitam, sebelum Anton Medan bertaubat dan kemudian menjadi seorang pendakwah, dunianya memang tidak lepas dari lembaga pemasyarakatan, karena Anton Medan seringkali keluar masuk penjara untuk memberikan motivasi bagi narapida agar mau kembali menjadi lebih baik setelah menjalani hukuman.

Anton Medan, tidak hanya sekedar berdakwah melalui ceramah keagamaan, bahkan mendirikan pesantren untuk mantan narapida yang  ingin memperdalam agama.

Innalillahi Wainnaialhi Rojiun Tan Hok Liang alias Ramadhan Effendi alias Anton Medan akhirnya berpulang keharibaan-Nya Setelah cukup lama menderita stroke dan diabetes, seperti dikutip dari laman kompas.tv pada Senin (15/3/2021) di Bogor, Jawa Barat. Pemilik nama  Tan Hok Liang ini lahir di  Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada 10 Oktober 1957. 

Dalam catatan kriminalnya, Anton sudah beraksi di dunia hitam dalam usia yang sangat belia, 12 tahun. Masuk dan keluar penjara hingga dikenal sebagi  mafia kelas kakap yang membuka usaha judi di Kalijodo, Jakarta Utara.

Dalam perjalanan hidupnya, Anton kemudian bertobat dan pindah keyakinan menjadi pemeluk Islam dan bergnati nama menjadi Ramdhan Effendi. Bahkan, Anton kemudian membuka pesantren dan menjadi seorang pendakwah. Anton juga mendirikan sebuah masjid bernama Masjid Jami’ Tan Hok Liang di area Pondok Pesantren At-Taibin, Cibinong. 

Gaya khas bangunan Masjid Jami’ Tan Hok Tek Liong itu mengambil gaya bangunan Tionghoa sebagai ciri khas Anton yang keturunan Tionghoa. Sejak dulu, Anton memang bercita-cita membangun pondok pesantren yang bisa dijadikan tempat belajar agama para mantan narapidana.

  “Yang dibangun pertama Bapak (Anton Medan) kuburannya dulu, terus dilanjutin ngebangun pondok pesantren,” kata Deni Chunk (41), pengurus Pondok Pesantren At-Taibin kepada TribunnewsBogor.com pada Juni 2017.

Dunia narapidana kemudian tak lepas dari perjalanan hidupnya. Pesantren yang dia dirikan memang ditujukan kepada para mantan narapidana yang ingin menjalani hidup dengan tenang dan mengabdi pada manusia dan Tuhan.

Tidak heran bila Anton cukup sering diundang ke acara-acara yang diadakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para narapidana. Para narapidana yang banyak diasingkan oleh lingkungan dan dianggap sampah masyarakat, bagi Anton tetaplah memiliki nilai bila mereka berubah.

Misalnya,  saat memberikan ceramah motivasi kepada peserta Jambore Narapidan Untuk Kemanusiaan, Rabu, 12 Oktober 2016, di Bumi Perkemahan Cibeureum. Di hadapan pada warga binaan,  Anton yang pernah dipenjara 18 tahun 7 bulan, menyinggung pepatah “Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri Cina.” “Kenapa harus jauh-jauh ke Cina kalau di sini ada Anton Medan,” ucapnya lantang yang lansung disambut riuh para peserta jambore.

Anton juga mencontohkan sejumlah tokoh yang pernah mendekam di penjara. Menurutnya, jangankan orang biasa bahkan nabi saja ada yang pernah dipenjara. “Xanana Gusmao jadi PM Timor Leste. Buya Hamka lahirkan banyak buku. Ada juga Nelson Mandela yang jadi Presiden Afrika Selatan,” ujarnya. Bahkan, dia mengutip perkataan Presiden pertama Soekarno, universitas tertinggi adalah penjara.

Kini, Anto Medan sudah tiada. Kisah perjalanan hidupnya sebagai mantan penjahat dan kemudian bertobat banyak menginspirasi para narapidana.  Dia dimakamkan di komplek pesantren yang dia dirikan. 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

sekjen mui anwar abbas  200108191407 353

MUI: Hiburan Biduan Usai Isra Mi’raj di Banyuwangi Tak Hormati Nilai-Nilai Keagamaan

Jakarta — Aksi hiburan biduan yang digelar di panggung peringatan Isra Mi’raj di Banyuwangi, Jawa …

keutamaan bulan sya'ban

Bulan Sya’ban Segera Tiba: Bulan yang Sering Dilupakan, Tapi Dicintai Rasulullah

Tanpa terasa, umat Islam akan segera memasuki bulan Sya’ban pada 20 Januari 2026. Bulan ini …