KH Cholil Nafis
KH Cholil Nafis

Islam Wasathiyah Adalah Cara Ber-Islam Dengan Kedewasaan

Jakarta – Islam Wasathiyah adalah cara ber-Islam dengan kedewasaan. Selain sebagai Islam jalan tengah, tidak ekstrem kiri maupun kanan, Islam Wasathiyah juga bermakna sikap keagamaan yang dewasa.

“Sikap keberagamaan yang dewasa itu Islam Wasathiyah. Bersikap dewasa dalam beragama, ” ujar Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis dikutip dari laman MUI, Jumat (3/9/2021).

Kiai Cholil mencontohkan, kedewasaan dalam berislam adalah dengan fokus pada tujuan setiap muslim untuk memajukan Islam. Fokus ini akan menghapus pikiran yang kerap mengkotak-kotakkan Islam sesuai organisasinya dan merasa paling benar.

Menurutnya, selama perbedaannya hanya di level cabang (furu’), maka organisasi di dalam Islam layak diterima dengan baik. Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, sikap kedewasaan beragama itu sangat dibutuhkan. Kedewasaan sikap beragama itu terlihat dari bagaimana merespon Covid-19 dengan mendahulukan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi.

“Sikap kedewasaan itu juga tercermin dari keputusan tidak menggelar ibadah jamaah di dalam masjid pada wilayah Covid-19 level 4,” tutur Kiai Cholil.

Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah mengungkapkan, Islam Wasathiyah juga tergambar dari kedewasaan menerima kemajuan. Dalam menyikapi masjid misalnya, meskipun tidak boleh digunakan sebagai tempat berdagang (pasar), namun tidak berarti masjid terlarang melakukan pembicaraan wacana ekonomi di dalamnya.

“Yang tidak boleh adalah masjid digunakan untuk berdagang. Ilmu berdagang tentu boleh dan patut disampaikan. Kalau masjid hanya dipakai untuk salat dan mengaji saja, bisa-bisa kita menjadi sekuler,” ujarnya

Menurutnya, masjid harus digunakan untuk membicarakan semua wacana. Dengan begitu, maka Masjid bisa menjadi tempat untuk membangun kebersamaan umat Islam pada semua bidang. Semuanya dimulai dari pembicaraan di dalam masjid.

“Selain mengaji dan salat berjamaah, dari masjid, kita ingin membangun bisnis yang berjamaah, politik yang berjamaah. Kalau itu bisa kita lakukan, pasti umat Islam akan maju, ” kata Kiai Cholil.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Tantangan Nusantarisasi Bahasa Arab

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …