Isu Mau Kiamat, 52 Warga Ponorogo Eksodus ke Ponpes di Malang

0
161

Ponorogo Sebanyak 52 warga di Ponorogo melakukan aksi eksodus secara berjamaan ke sebuah Pondok Pesantren Ponpes di Kabupaten Malang karena termakan isu akan kiamat Bupati Ponogoro Ipong Muchlissoni pun dibuat geleng geleng kepala karena isu itu hanya isapan jempol belaka Ipong mengatakan 52 warga Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan mulai pindah ke Malang setelah ada seorang warga desa setempat bernama Katimun yang menyebarkan isu kiamat dari rumah ke rumah Yang membawa ajaran ini ke ke Desa Watu Bonang itu namanya Katimun Ia mengatakan kiamat sudah dekat jamaah diminta menjual aset aset yang dimiliki untuk bekal di akhirat atau dibawa dan disetorkan ke pondok jamaah harus salat lima waktu di masjid kata Bupati Ipong Muchlissoni Rabu 13 3 2019 dikutip dari laman tribunnews com Menurut Ipong sekitar dua bulan lalu usai pulang menimba ilmu di Malang Katimun mendatangi warga dari rumah ke rumah dan menyebarkan ajarannya Kepada warga Katimun menyampaikan bahwa kiamat sudah dekat Selain meminta menjual aset yang dimiliki untuk bekal di akhirat atau dibawa ke pondok Katimun juga meminta agar warga menyiapkan senjata atau membeli pedang seharga Rp 1 juta Baca juga Umat Muslim Harus Terus Pupuk Rasa Cinta Kepada Allah Rasulullah dan Tanah Air Mereka bilang Ramadhan besok ini akan ada huru hara perang Jamaah diminta untuk membeli pedang ke pak kyai harganya Rp1 juta yang tidak beli pedang diminta menyiapkan senjata di rumah dan seterusnyalah kata Ipong Dalam ajaran tersebut juga dikatakan bagi anggota pengajian yang ikut ke Malang akan selamat dan terhindar dari kiamat Ini nggak masuk akal mereka sampaikan kalau ikut grup ini kalau dunia ini kiamat mereka tidak ikut kiamat kata Ipong Ipong mengatakan pengikut kyai asal kasembon itu tidak hanya berasal dari Ponorogo saja Informasinya berasal dari berbagai kabupaten di Jawa Timur Ini memang nggak bisa didekati level kapolsek nggak bisa harus dari Polda Jawa Timur Pemprov Jatim tukas Ipong