JK
JK

JK Ajak Masyarakat Bayar Zakat Lebih Awal

Jakarta – Pandemi virus Corona atau COVID-19 membuat kondisi sosial ekonomi di Indonesia karut marut. Dampak paling besar adalah masyarakat kecil dan orang-orang miskin. Karena itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) mengajak para wajib zakat untuk mengeluarkan zakat lebih awal, demi membantu sesama umat Islam yang terdampak Corona.

Zakat yang dimaksud JK adalah zakat fitrah dan zakat mal (harta). Zakat biasanya dikeluarkan pada malam Idul Fitri sampai pagi hari jelang khatib Salat Ied naik ke mimbar. Namun, jumhur ulama memperbolehkan zakat dikeluarkan sejak awal Ramadhan.

“Pada Ramadhan kali ini mari kita laksanakan ajaran agama kita untuk saling saling peduli dan membantu sesama. Untuk yang mampu dapat membantu yang tidak mampu terutama bagi wajib zakat. Mungkin bisa mempercepat pembayaran zakatnya dalam hal ini zakat mal, supaya bisa cepat kita bagikan karena banyak yang membutuhkan pada dewasa ini akibat imbas dari Covid,” ujar JK saat memperingati Nuzulul Qur’an bersama pengurus DMI seluruh Indonesia melalui virtual meeting dari kantor Pusat DMI, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2020).

Peringatan Nuzulul Qur’an selalu diperingati umat islam setiap tanggal 17 Ramadhan, di mana pada Ramadhan tahun ini jatuh pada 10 Mei 2020.

Dalam kesempatan yang sama wakil Ketua umum DMI Komjen Pol (Purn) Drs. Syafruddin mengungkapkan bersyukur karena berkat antisipasi dari segenap pengurus DMI sehingga sampai saat ini belum ada laporan yang menyatakan masjid sebagai pusat penularan. Meskipun di sisi lain ada pusat pandemi dari kegiatan keagamaan tapi kejadiannya bukan di masjid.

“Kita semua bersyukur karena berkat inisiasi dari ketua umum dan peran pengurus masjid semua sehingga sampai hari ini tidak ada laporan yang menyatakan masjid sebagai pusat penularan. Memang ada cluster jamaah tabligh tapi itu kejadiannya bukan di masjid,” ungkap Syafruddin.

Baca Juga:  Dihantui Corona, Pemkot New York Sediakan Makanan Halal Gratis Selama Ramadhan

Mantan Menteri PAN RB ini meminta kepada segenap pengurus DMI wilayah agar memperhatikan para pengajar di sejumlah Taman Pendidikan Alquran yang terimbas COVID-19 dan belum mendapat bantuan pemerintah. Menurut Syafruddin pihaknya menerima laporan jumlahnya mencapai 100 ribu.

“Untuk menjadi perhatian kepada segenap pengurus wilayah, kami dapat laporan ada data 100 ribu para guru dan ustaz di sejumlah TPA dan TPQ yang belum menerima bantuan pemerintah baik itu BLT maupun sembako. Untuk itu para pengurus bisa melacak keberadaan mereka dan memberikan bantuan,” tutur Syafruddin.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Masalah Warisan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Ini Jawaban KH Cholil Nafis

Jakarta – Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, beberapa …

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Ajakan Tak Digubris Ketua Umum, Rais Aam PBNU Putuskan Gelar Konbes Jelang Muktamar 7 Desember

Jakarta – Suasana jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin panas. Hal …