tik tok
tik tok

Joget Tik Tok Dalam Sorotan Fikih

Selain digegerkan mendekamnya virus Corona, joget TIK TOK juga ambil jatah menggegerkan Indonesia. Aksi joget ala penguin ini, menjelma menjadi wabah jagat maya. Dari Mbak-mbak sampai Emmak-emmak, dari anak-anak hingga bapak-bapak, dosen, mahasiswa, bos, pegawai, guru, hingga public figur dan pejabat. Semuanya ambil bagian, bertiktok ria.

Joget TIK TOK ini semakin menemukan keseruannya tatkala menjadi pusat perhatian khalayak ramai. Teras, halaman rumah, gang, kamar mandi, dapur, kasur, ruang kelas bahkan genangan banjirpun disulap menjadi panggung Joget TIK TOK.

Persoalannya bagaimana fikih melihat fenomena ini? Bolehkah seorang wanita berjoget di depan pria bukan mahramnya?

Joget dalam Bahasa Arab disebut al-Riqsh dalam kamus Mu’jam al-Wasith, Riqsh adalah berpindah-pindah tempat dan posisi serta menggerak gerakan badan sesuai irama musik dan lagu.

Allah berfirman :

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا

Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan cara maraha.QS al-Isra’: 37

Izzuddin Ibn Abdis Salam dan Imam al-Alusi memaparkan penafsiran Imam al-Raghib bahwa yang dimaksud maraha adalah perasaan gembira yang meluap luap hingga lupa daratan. Ruh al-Ma’ani, 10/455. Tafsir Ibn Abdis Salam, 3/231. Apa yang dimaksud maraha nyaris divisualisasikan saat seseorang berjoget ria.

Menurut Imam al-Qurthubi, para ulama seperti ulama’ Madzhab Hanafiyah, Malikiyyah , Hanabilah, dan Imam al-Qaffal dari kalangan Ulama’ Madzhab Syafiiyyah mengatakan bahwa joget itu hukumnya tercela (makruh). Dalam bahasa hukum Madzhab Syafiiyah “tidak haram”.  

Artinya joget lebih baik ditinggalkan selama tidak dibarengi dengan unsur yang diharamkan seperti mabuk, buka aurat dan lain lain. Bila terdapat hal-hal yang diharamkan, maka hukumnya haram. Alasan mereka, joget adalah perbuatan yang bisa menurunkan harkat dan martabat seseorang, serta ketololan yang tak disadari. Imam Abul Wafa Ibn ‘Uqail berkata: ayat ini merupakan ketegasan al-Qur’an dalam melarang joget. Al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an, 10/263. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, 23/10

Baca Juga:  Kemiskinan Baru di tengah Pandemi, Bolehkah Mendapatkan Zakat Fitrah? Ini Kriterianya dalam Islam

Bahkan al-Zarkasyi mengutip perkataan imam Syafii, pekerjaan berjoget adalah profesi rendahan dan pejoget tidak bisa menjadi saksi dalam kasus hukum. (Tuhfah al-Muhtaj, Ibnu Hajar al-Haitamiy, 14/235).

Sementara menurut Ibnu Taimiyyah, membuat koreografi tarian atau joget untuk mengiringi hentakan dzikir dan ibadah dinilai bid’ah dan maksiat. Tentu, pelakunya berdosa. Kenapa? Karena tidak pernah ada perintah dari Allah dan rasulNya untuk itu. Dan tak satupun Ulama’ Salaf mencontohkannya. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, 23/10

Joget tik tok. Suling spongebob, apalagi. Sungguh memperihatinkan. Wanita dengan segala dimensi usianya, dengan leluasa berekspresi, meluapkan kesenangannya di hadapan tontonan para pria. Ini adalah bentuk ekspresi yang keliru, atau salah kamar. Bukankah ekspresi kebahagian menurut Agama ialah dengan membahagiakan orang lain !? bukan dengan joget TIK TOK !

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

hewan yang haram

Fikih Hewan (1): Ciri Hewan yang Haram Dimakan

Soal halal-haram begitu sentral dan krusial dalam pandangan kaum muslimin. Halal-haram merupakan batas antara yang …

tradisi manaqib

Tradisi Membaca Manaqib, Adakah Anjurannya ?

Salah satu amaliyah Nahdhiyyah yang gencar dibid’ahkan, bahkan disyirikkan adalah manaqiban. Tak sekedar memiliki aspek …