Jakarta Tokoh muda NU Mohammad Guntur Romli menegaskan bahwa kalimat tauhid adalah kalimat yang mulia bagi orang Islam karena hidup bernafas kemudian mati dan dibangkitkan lagi dengan kalimat ini Untuk itu ia mengajak seluruh umat Islam untuk menentang upaya uaya yang membajak kalimat tauhid dijadikan simbol organisasi teroris Islam adalah agama yang rahmatan Lil alamin mengasihi sesama maka kalimat tauhid merupakan kalimat penegasan terhadap kasih sayang itu bukan untuk dibajak untuk aksi terorisme tegas Guntur Romli dikutip dari video akun facebooknya Jumat 9 11 2018 Pernyataan politisi Partai Solidaritas Indonesia PSI ini menanggapi kasus ditemukan bendera berkalimat tauhid di tempat tinggal Habib Rizieq Shihab di Mekkah Akibat bendera itu Rizieq Shihab digelandang polisi Arab Saudi Ia sempat menjalani pemeriksaan berjam jam sebelum kemudian dibebaskan dengan jaminan Penangkapan Rizieq Shihab itu dilakuan otoritas Arab Saudi karena bendera yang dipasang itu dnilai sebagai bendera kelompok teroris ISIS Baca juga Terorisme Bukan Ajaran Islam Tapi Musuh Islam Sikap Pemerintah Arab Saudi yang tegas menindak terhadap pembajakan dan penyalahgunaan simbol simbol agama untuk jaringan terorisme dengan melarang simbol simbol kelompok itu bisa ditiru oleh Pemerintah dan Penegak Hukum di Indonesia kata Guntur Menurutnya penolakan Pemerintah Arab Saudi terhadap bendera ISIS dan Hizbut Tahrir bukanlah penolakan terhadap kalimat tauhid tetapi penolakan terhadap simbol dan identitas kelompok terorisme yang membajak simbol tauhid Faktanya di tempat lahirnya Islam dan di kota suci Mekkah bendera Hizbut Tahrir bendera ISIS ditolak dan dilarang dikibarkan karena sudah dianggap identik dengan simbol kelompok terorisme meskipun bendera bendera itu berkalimat tauhid apalagi di Indonesia yang bukan tempat kelahiran Islam dan bukan kota suci tandas Guntur Romli

Tinggalkan Balasan