Anggota Polisi Saat Belajar Mengaji
Anggota Polisi Saat Belajar Mengaji

Kapolri Wajibkan Anggotanya Belajar Kitab Kuning, Muhammadiyah: Tak Jamin Polisi Paham Soal Keagamaan

Jakarta – Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan mewajibkan anggotanya belajar kitab kuning dalam rangka mencegah masuknya radikalisme dan terorisme di tubuh Polri. Rencana itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak, meski ada keraguan hal itu tidak menjamin polisi akan paham soal keagamaan terutama Islam.

“Mewajibkan polisi memahami kitab kuning itu sebuah kebijakan yang perlu diapresiasi. Akan tetapi, belum tentu menjamin polisi dapat menangani masalah-masalah keagamaan Islam dengan baik dan benar,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dikutip dari laman CNN Indonesia, Jumat (22/1/2021).

Ia menilai wawasan dan pemahaman polisi tentang ajaran dan gerakan Islam perlu ditingkatkan. Menurutnya, banyak aspek tentang keragaman dan dinamika internal umat Islam perlu diketahui dengan baik. Selama ini, polisi dinilai cenderung melihat Islam dari satu sudut pandang sehingga seringkali salah mengambil tindakan.

Tak hanya itu, Abdul menjelaskan bahwa kitab kuning sendiri memiliki banyak variasinya dari jenis kajian, ajaran, dan aliran. Bahkan, kata dia banyak kitab kuning yang mengajarkan konservatisme beragama. Sehingga harus dipersiapkan dengan seksama dari sisi pilihan kitab kuning, pembimbing, dan relevansinya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mendukung anggota polisi, khususnya bagian Pembinaan Mental dan Rohani belajar kitab kuning. Hal itu penting untuk menambah pengetahuan agama baik dari kitab kuning maupun dari kitab keagamaan lainnya.

Sebelumnya, dalam proses fit and proper test calon Kapolri, Komjen Listyo mewajibkan anggota Polri belajar kitab kuning guna mencegah terorisme. Ide tersebut ia dapat dari ulama-ulama yang ditemui saat bertugas sebagai Kapolda Banten.

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Guru Harus Mendidik Dengan Cinta dan Kasih Sayang
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar