Abu Bakar Baasyir saat berbaiat pada ISIS tempo.co
Abu Bakar Baasyir saat berbaiat pada ISIS tempo.co

Keluarga Akan Jauhkan Abu Bakar Baasyir Dari Pemikiran Ekstremisme

Solo – Pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, Ustaz Abu Bakar Baasyir (ABB), telah menghirup udara bebas. ABB meninggalkan Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jumat (8/1/2021) pagi, setelah menjalani hukuman 15 tahun penjara dipotong beberapa kali remisi akibat terlibat dalam beberapa kali kasus terorisme.

Kini pihak keluarga berjanji akan menjauhkan Abu Bakar Baasyir dari pemahaman tidak benar, termasuk paham ISIS. Abu Bakar Baasyir baru saja bebas dari hukuman 15 tahun dipotong beberapa kali remisi, Jumat (8/1/2021).

“Pada prinsipnya kami tidak secara spesifik akan mengatakan menjauhkan dari ISIS atau kalangan tertentu. Apapun pemikiran, apapun cara berpikir yang tidak benar, baik itu berlebihan atau ektremisime atau atau apapun namanya itu,” kata Abdul Rohim, salah satu putra Abu Bakar Baasyir.

“Apakah ISIS atau yang lain akan diupayakan oleh pihak keluarga semampunya untuk memberikan penjelasan dan berupaya untuk menjauhkan dari pemikiran demikian.”

“Ketika kita kembali dengan benar dan ilmu yang luas maka akan terjadi keseimbangan dalam berpandangan, siapapun itu. Maka upaya itu yang akan dilakukan,” kata Abdul Rohim dikutip dari laman BBC Indonesia.

Baasyir telah menjalani hukuman selama 11 tahun dari 15 tahun vonis hukuman penjara karena dinyatakan bersalah dalam kasus mendanai pelatihan terorisme di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia pada Juni 2011.

Ba’asyir mendapat total remisi sebanyak 55 bulan, terdiri dari remisi umum, dasawarsa, khusus, Idul Fitri dan remisi sakit.

Menyusul serangan bom Bali pada 2002, Ba’asyir ditetapkan sebagai tersangka dan divonis dua tahun enam bulan setelah dinyatakan berkomplot dalam kasus terorisme tersebut. Setelah bebas pada Juni 2006, ia kembali ditahan pada Agustus 2010 dengan tuduhan terkait pendirian kelompok militan di Aceh.

Baca Juga:  Teroris KKB dan Teroris Atasnamakan Agama Beda Penanganan, Ini Penjelasannya

Ba’asyir mendirikan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) setelah keluar dari Jamaah Islamiah, yang dinyatakan berada di belakang bom Bali 2002 dan beberapa kasus terorisme.

Baasyir pernah tergabung dalam Jemaah Islamiyah, kelompok yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan termasuk Bom Bali 1, serangan teror terparah di Indonesia. Ba’asyir juga mengikuti baiat untuk kelompok yang menamakan ISIS.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Maman Imanulhaq1

Selewengkan Dana Umat, ACT Dinilai Zalim dan Harus Ditindak Tegas

Jakarta – Lembaga filantropis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dinilai telah berbuat zalim terhadap dana donasi …

arsul sani

Anggota DPR Komisi III, Arsul Sani Tantang ACT Diaudit soal Dugaan Transaksi terkait Terorisme

Jakarta – Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan sebuah laporan hasil investigasi tempo yang menyebutkan dugaan …