Cat Steven atau Yusuf Islam
Cat Steven atau Yusuf Islam

Cat Steven: Dulu Nyanyi Slow Rock, Kini Hobinya Selawatan

Jakarta – Cat Steven. Dulu ia dikenal seorang penyanyi dan pencipta lagu yang sangat populer. Salah satu karya terindahnya adalah lagu ‘Morning Has Broken’.

Kini setelah menjadi mualaf ia berganti nama menjadi Yusuf Islam.  Kalau dulu ia bernyanyi lagu-lagu romantis, kini ia lebih suka selawatan.

Yusuf Islam setelah memeluk Islam sempat ‘mogok’ bernyanyi. Dia tak lagi melantunkan lagu-lagunya. Dan kalau dia ingin bernyanyi dia memilih senandung ala nyanyian akapela, yakni nyanyi tanpa diiringi musik. Dalam budaya Islam cara bersenandung seperti ini lazim disebut nasyid (senandung).

Cat Steven (Yusuf Islam) lahir dengan nama Stephen Demetre Georgiou. Dia lahir di London, Inggris pada 21 Juli 1948.Cat Steven adalah seorang penulis lagu dan pemusik yang berasal Britania Raya.

Pada awal karier musiknya, Georgiou mengambil nama Cat Stevens. Sebagai Cat Stevens, ia berhasil menjual 40 juta album, kebanyakan pada tahun 1960-an dan 1970-an. Lagu-lagunya yang paling populer selain “Morning Has Broken” adalah Peace Train, “Moonshadow”, “Wild World”, “Father and Son”, “Matthew and Son”, dan “Oh Very Young”.

Stevens menjadi seorang mualaf dan memeluk agama Islam pada tahun 1978 setelah mengalami near-death experience. Ia lalu mengambil nama Yusuf Islam dan menjadi seorang pendakwah vokal agamanya yang baru.

Satu dasawarsa kemudian ada kontroversi ketika ia melontarkan pernyataan mendukung fatwa yang dikeluarkan menentang penulis Salam Rushdie.

Pada tahun 2004 namanya kembali dibicarakan lagi setelah ia ditolak masuk Amerika Serikat karena nama ditemukan pada sebuah daftar tidak boleh terbang (no-fly list). Ternyata terjadi kekeliruan dan yang dicari adalah orang lain bernama Youssouf Islam.

Yusuf Islam sekarang tinggal di London bersama istri dan lima anaknya di mana ia seorang anggota jamaah yang aktif. Ia mendirikan yayasan kemanusiaan Smal Kindness yang mulanya menolong korban kelaparan di Afrika dan sekarang membantu ribuan anak yatim dan keluarga di Balkan, Indonesia, dan Irak. Dia  juga mendirikan yayasan kemanusiaan Muslim Aid tetapi meninggalkannya sebagai Ketua pendiri pada 1999.

Baca Juga:  Sinergi Muliakan Mualaf

Berikut ini kala Yusuf Islam bernanyi dan memainkan gitar melantunkan lagu yang merupakan pujian atau selawat saat Nabi Muhammad SAW datang ke Madinah kala berhijrah dari Makkah. Lagu ini memang menggambarkan kerinduan warga Makkah yang mengibarkan nabi sebagai cahaya rembulan purnama yang akan terbit. Lagu ini dilantunkan penduduk Madinah kala nabi datang bersama Sayyidina Abu Bakar dengan menunggang unta. (ihram.co.id)

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …