Mohammed Amir dan aksi pembongkaran Masjid Babri
Mohammed Amir dan aksi pembongkaran Masjid Babri

Dulu Benci Islam dan Ikut Hancurkan Masjid, Kini Pria India Ini Bertekad Bangun 100 Masjid

Jakarta – Hidayah bisa turun tidak hanya kepada orang yang ingin belajar Islam, tetapi juga bisa datang ke orang yang dulu sangat benci dengan Islam. Hal itulah yang dialami pria India bernama Mohammed Amir.

Amir dahulu sangat benci dengan Islam. Ia bahkan pernah ikut menjadi bagian dari aktivis yang menghancurkan Masjid Babri tahun 1992 lalu. Kini, setelah menjadi mualaf, Amir bertekad untuk membangun 100 masjid di India.

Mohammed Amir lahir dengan nama Balbir Singh. Pada 6 Desember 1992, massa aktivis mengancurkan Masjid Babri yang berlokasi di Ayodhya, India. Alasannya masjid dibangun di atas kuil tempat kelahiran Dewa Ram, yakni dewa yang dihormati bagi penganut Hindu.

Setelah terlibat perusakan Masjid Babri, ia disambut bak pahlawan oleh masyarakat. Namun keluarganya mencela tindakan Amir. Hal ini membuat Amir merasa bersalah.

Ketika mulai jatuh sakit, Amir mendatangi seorang pemuka agama bernama Maulana Kaleem Siddiqui di Muzaffarnagar. Amir menjelaskan mengenai tindakan yang pernah dilakukan, tidak lain adalah pembongkaran Masjid Babri. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk bertobat.

Maulana kemudian menjelaskan tentang nilai-nilai islam melalui ayat-ayat yang ada dalam kitab suci Alquran kepada Amir. Dirinya pun sadar bahwa apa yang telah diperbuat merupakan sebuah dosa besar.

Amir pun menjadi mualaf dengan masuk Islam pada 1 Juni 1993 di hadapan Maulana Kaleem Siddiqui. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Amir memutuskan membangun dan melindungi 100 masjid. Hal ini dibenarkan oleh seorang teman bernama Mahmamud.

“Dia membangun masjid di seluruh negeri setelah masuk Islam,” ujar sang teman, seperti dikutip dari laman Sentinelassam via laman republika.co.id, Jumat (17/9/2021).

Mohammed Amir telah membangun 91 masjid dalam 26 tahun belakangan, dan 59 di antaranya masih proses pembangunan. Masjid pertama yang ia bangun terletak di Haryana dan dinamakan Masjid-e-Madina. Masjid ini dibangun pada tahun 1994. Amir meninggal dunia pada 23 Juli 2021.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 31 Juli 2020

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …