Suasana open house di Masjid Guiding Light Louisville
Suasana open house di Masjid Guiding Light Louisville

Kenalkan Islam Ramah dan Damai, Masjid di Amerika Undang Non-Muslim

Louisville – Islamofobia masih banyak terjadi di Amerika dan Eropa. Hal itu dipicu stigma negatif Islam yang selalu dikaitkan dengan terorisme. Kondisi itu membuat banyak umat Islam mengalami serangan baik fisik maupun psikis.

Hal itulah yang mendasari pengurus masjid Guiding Light, Louisville, Amerika Serikat, menggelar open house dengan mengundang umat non-Muslim di sekitarnya untuk mengunjungi masjid. Acara itu digelar bekerjasama dengan GainPeace, sebuah organisasi yang bekerja untuk menghilangkan informasi yang salah tentang Islam kepada orang-orang non-Islam.

Dalam kunjungan itu, komunitas non-Muslim diajak untuk belajar lebih banyak dan bertanya tentang islam.

“Ini hanya untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa kita adalah manusia,” kata salah seorang pengunjung, Nadiyah Roberts,dilansir dari laman wfpl pada Selasa (28/9/2021).

Penyelenggara menyambut para tamu ke ruang salat pria, di mana ruangan itu dipenuhi dengan poster-poster informasi tentang Islam. Satu sisi hanya berfokus pada wanita dalam Islam. Penyelenggara mengatakan mereka ingin memerangi kesalahpahaman bahwa Islam menganiaya dan menindas perempuan.

Dalam sebuah presentasi, Direktur GainPeace Sabeel Ahmed menyinggung beberapa kesamaan antara Islam dan agama Ibrahim lainnya seperti Kristen dan Yudaisme.

“Sama seperti manusia, kami memiliki konsensus dan kesamaan, jadi membangun kesamaan itu, atau di atas platform kesamaan, kami ingin membangun masyarakat yang lebih baik,” kata Ahmed.

Setelah sesi tanya jawab, orang-orang diundang untuk mengikuti tur masjid dan makan siang. Para peserta kemudian dapat tinggal dan mengamati saat umat Islam melakukan salah satu salat wajib lima waktu di masjid.

“Jika ada yang memiliki pertanyaan tentang Islam tergantung pada gambar yang mereka lihat di media, penting bagi mereka untuk tidak menghakimi Islam,” kata Ahmed.

Baca Juga:  Dipakai Melacak Muslim Uighur, 2 Universitas di Australia Tangguhkan Teknologi Ciptaannya

“Sama seperti jika saya ingin mengetahui agama Kristen atau Yudaisme, saya ingin pergi ke Alkitab, berbicara dengan seorang pendeta, seorang rabi dan tidak hanya menilai iman yang luar biasa dari agama Kristen dan agama lain,” lanjut Ahmed.

“Keyakinan saya, dan Anda tahu, kekristenan, dikatakan cintailah sesamamu. Dan bagi saya, ini semua tentang menjaga tetangga, menjaga semua orang, bagi saya itu adalah hal yang terhormat dan terhormat untuk dilakukan,” kata salah satu pengunjung Zach Page.

Selama sesi tanya jawab, Page menanyakan bagaimana orang non-Muslim bisa menghormati tetangga dan teman Muslim.

“Saya percaya jika Anda ingin menjadi orang yang benar-benar baik, Anda harus memahami orang lain,” kata Page.

Salah satu panitia, Nadiyah Roberts berharap para peserta open house tidak takut pada Islam atau orang-orang yang mengamalkannya. “Jangan takut untuk bertanya, tetapi dengan cara yang sopan,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pengumuman Muktamar ke NU kembali digelar ke jadwal awal Desember

PPKM Level 3 Nataru Batal, Muktamar ke-34 NU Digelar Sesuai Jadwal Semula

Jakarta – Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya akan digelar sesuai jadwal semula, 23-25 Desember …

3 1

Mualaf Koh Asen, Hidayah Hadir Melalui Buku Seputar Alam Gaib

Jakarta — Allah SWT memberikan hidayah berupa Islam kepada siapa saja yang dikehendaki, karena Allah …