Kepala BNPT Komjen Pol DR Boy Rafli Amar MH bertemu Gus Nuril didampingi Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Irjen Pol Ibnu Suhendra
Kepala BNPT Komjen Pol DR Boy Rafli Amar MH bertemu Gus Nuril didampingi Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Irjen Pol Ibnu Suhendra

Kepala BNPT Bahas Deradikalisasi dan Bahaya Propaganda Kelompok Teroris Dengan Gus Nuril

Semarang – Dalam rangka meningkatkan sinergisitas penanggulangan terorisme dengan tokoh agama, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), terus meningkatkan sinergi dengan ulama. Setelah kemarin menemui Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan, Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar  M.H., kembali bersilaturahmi dengan alim ulama di Semarang yaitu Kyai Haji Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) di Ponpes Soko Tunggal  Desa Tembalang, Kota Semarang Jawa Tengah pada Senin (15/11/2021). Gus Nuril juga Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN).

Pertemuan itu membahas program penanggulangan terorisme mulai dari deradikalisasi terhadap mantan narapidana terorisme sampai strategi mengimbangi propaganda kelompok teror di media sosial.

“Pemerintah tidak mungkin melepaskan diri dari mereka (eks-napiter). Deradikalisasi dapat berupa pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan, tentunya dengan kerja sama semua pihak,” ujar Boy Rafli.

Pada kesempatan itu, Kepala BNPT dan Gus Nuril sepakat propaganda kelompok teror di media sosial sangatlah masif. Untuk itu diperlukan kesadaran bersama untuk menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana dakwah dan menyebarkan narasi perdamaian dan persatuan .

“Kelompok mayoritas kita yang beraliran moderat tidak boleh berdiam diri. Mereka para teroris sudah sistematis menggunakan ruang digital untuk penyebaran propaganda. Kita juga harus terang-terangan menyebarkan narasi kebangsaan di media sosial, agar anak-anak kita tidak tertipu dengan narasi mereka, tentunya dengan dibantu civil society,” jelas Boy Rafli.

Gus Nuril mengaku bahagia akan hadirnya Jenderal Boy Rafli Amar, karena memiliki persamaan dalam visi dan misi dalam mencintai dan membangun bangsa Indonesia, termasuk mengajak para eks napiter untuk kembali mencintai NKRI dan bersiap kembali hidup di masyarakat.

“Sebuah kebahagian besar bagi kami ketika Jenderal Boy Rafli mengajak semua lapisan masyarakat (dalam program deradikalisasi). Karena untuk menangani pasca traumatik teror itu harus dipisahkan dulu dari kelompoknya. Setelah dipisahkan lalu kita ajak kembali, bukan hanya mengisi batinnya, tetapi juga kemampuan kehidupan sehari-harinya,” katanya.

Baca Juga:  Ini Sekelumit Kisah Terpidana Mati Kasus Bom Kedubes Australia Menghindar dari Baiat ISIS di Nusa Kambangan

Lebih lanjut Gus Nuril menyampaikan para eks napiter yang telah menjalani program deradikalisasi nantinya dapat ditempatkan di Pesantren Soko Tunggal.  Selain akan mendapatkan pembinaan karakter dan ilmu, juga akan diajarkan keterampilan seperti pertanian dan lainnya.

Pertemuan antara BNPT dengan Gus Nuril dan PGN dalam program deradikalisasi dan penanggulangan terorisme tersebut disepakati untuk ditindaklanjuti melalui Nota Kesepahaman. (*)

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dir Cegah BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Universitas Pembangunan Panca Budi

Doktrin Kelompok Radikal Selalu Benturkan Agama dan Budaya, Agama dan Pancasila

Medan – Radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Mereka selalu mendoktrin, membenturkan agama …

ilustrasi al quran

Khutbah Jumat – Menjalani Kehidupan Dalam Tuntunan Agama

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …