2 4

Kisah Seorang Kakek Hibahkan Tanah untuk Gereja, Kemenag Sulut: Contoh bagi Semua

Minahasa Selatan – Kakek Muslim Ade Robo Lahma (71) warga Arakan Kecamatan Tatapaan, Minahasa Selatan (Minsel) memberikan contoh yang sangat nyata dalam memperaktekkan sikap toleransi beragama, bukan sekedar ucapan simbolis semata, namun diperaktekkan dengan memberikan tanahnya untuk didirikan rumah ibadah non-muslim. Lahan yang diberikan oleh kakek Lahma diperuntukkan guna pendirian sebuah Gereja di Sulawesi Utara (Sulut).

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut) kemudian memberikan penghargaan kepada kakek Lahma atas atas ketulusanya dalam memberikan lahan kepada pihak Gereja. Pihak Kemenag menyebut Kakek Lahma menjadi contoh toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Adapun tanah itu dihibahkan ke Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Efrata Rap-Rap, Wilayah Semenanjung, Minsel-Sulut. Dalam kesempatan tersebut piagam itu diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Anwar Abubakar kepada Kakek Ade Robo Lahma.

Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Anwar Abubakar mengatakan, kegiatan ini merupakan momen berharga. Dijelaskan Anwar, berbagi itu indah serta kebersamaan pasti akan memberikan kedamaian.

“Kegiatan ini adalah take off di Sulawesi Utara dalam rangka memasuki tahun 2022 sebagai tahun toleransi,” kata Anwar kepada wartawan, seperti dikutip dari laman detik.com Senin (20/12/2021).

Arwan berharap apa yang dilakukan Kakek Ade Robo Lahma dapat mempererat persaudaraan, meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama di Sulut. Dia mengatakan hal itu dapat dijadikan contoh kerukunan beragama.

“Saya biasanya sampaikan kepada teman-teman sebetulnya esensi beragama itu ketika kita mampu menjadikan agama sebagai inspirasi. Menginspirasi untuk kita berbuat kebaikan yang mampu mengayomi semua umat manusia,” katanya.

“Kualitas keberagaman yang baik sudah paripurna sudah ditunjukkan oleh beliau (KakekLahma, red) yang mampu memberikan contoh bagi kita semua. Kalau dalam suasana dan nuansa Natal itu menjadi kebahagiaan tersendiri, dan ini menjadi inspirasi bagi kita semua,” jelasnya.

Baca Juga:  MUI: Nabi Tak Pernah Ubah Redaksi Azan Jadi Seruan Jihad, Meski Kondisi Perang

Sementara itu, Pendeta Welly Pudihang, STh, selaku pihak gereja GMIM Rap-Rap mengatakan, kelembagaan gereja mengapresiasi Kakek Ade Robo Lahma dan keluarga yang dengan sukarela menghibahkan tanahnya.

“Ukuran tanahnya 884 meter persegi. Itu tanahnya yang dihibahkan,” katanya.

Dia pun berharap aksi kemanusiaan itu dapat menjadi contoh untuk hidup yang toleransi antar umat beragama.

“Saya berharap momentum ini sebagai pionir atau pilar kerukunan antar umat beragama di Sulut,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kakek Ade Robo Lahma merasa senang dan bahagia karena telah mendapatkan penghargaan. Dia juga mengajak agar kehidupan yang toleransi antar umat beragama harus terus dijaga.

“Saya senang mendapatkan piagam penghargaan. Kita manusia harus menjaga hati, tidak pandang suku golongan agama,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang kakek beragama Islam bernama Ade Robo Lahma (71), warga Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), mendadak ramai diperbincangkan. Ade Robo viral lantaran menghibahkan lahannya berukuran 26×36 meter untuk gereja.

Kisah Kakek Lahma itu kemudian viral di media sosial (medsos). Dalam unggahan yang beredar, luas tanah yang dihibahkan ke gereja seluas 884 meter persegi.

Tanah itu dihibahkan ke Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Efrata Rap-Rap, Wilayah Semenanjung Tatapaan, Minahasa Selatan. Selain itu, beredar foto saat Lahma memberikan surat tanah kepada Pendeta Welly Pudihang yang mewakili gereja dan disaksikan Wakil Bupati Minahasa Selatan Petra Rembang.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …

Holywings

Kata MUI Hollywings Mesti Diadili Biar Kapok

Jakarta – Tempat hiburan malam Holywings harus bertanggung jawab. Bar kaum jetset itu mesti diadili …