Tracing keluarga dari klaster tarawih di Sragen
Tracing keluarga dari klaster tarawih di Sragen

Klaster Tarawih Muncul di Sragen, Imam Masjid dan 12 Orang Positif Covid-19

Sragen – 12 orang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tracing puluhan orang setelah mengikuti salat tarawih di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Klaster tarawih ini terjadi setelah seorang imam masjid yang terkonfirmasi positif Corona usai mengalami gejala.

Belakangan terungkap yang bersangkutan sempat memimpin salat tarawih di masjid di lingkungan rumahnya. Hasil tracing sementara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menyebutkan, terdapat 12 orang yang dinyatakan positif Corona.

“Yang bersangkutan mengalami gejala dan masuk rumah sakit hari Minggu (2/5) kemarin, hasil swab PCR-nya positif COVID. Yang bersangkutan ternyata sebelumnya sempat menjadi imam salat tarawih,” ujar Camat Sambirejo, Didik Purwanto dikutip dari laman detikcom, Rabu (5/5/2021).

Didik menyebut, hasil tracing menyebutkan kedua anak imam masjid tersebut juga positif terpapar Corona. Padahal, salah satunya merupakan guru di taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) di desanya.

“Keduanya kita lakukan tracing, baik yang jemaah tarawih yang sempat kontak erat, maupun anak-anak TPA,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DKK Sragen Hargiyanto, membenarkan kasus positif Covid-19 di Desa Sambirejo ini. Pihaknya mengaku sudah melakukan tracing dan serangkaian tes swab kepada warga sekitar.

“Hasil swab menyatakan kedua anak imam masjid tersebut positif. Lalu kita tracing kontak erat jemaah tarawih, ada 12 orang yang kontak erat, kemudian kita tes swab antigen, hasilnya 11 orang reaktif,” jelas Hargiyanto.

“11 orang ini kita lanjutkan dengan tes swab PCR, hasilnya baru keluar malam ini, ada sembilan yang positif Corona. Sehingga dari klaster ini total warga yang positif 12 orang,” imbuhnya.

Hargiyanto menyebut, dari 12 orang yang sudah terkonfirmasi terpapar Corona ini, dua di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara sisanya direncanakan menjalani karantina terpusat di gedung Technopark Sragen.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Arab Saudi Aturan Cabut Pembatasan Perjalanan

“Dua dirawat di rumah sakit karena bergejala, sisanya masih di rumah karena hasil swab PCR-nya baru keluar malam ini. Kemungkinan akan kita karantina di Technopark,” terangnya.

Rabu kemarin petugas akan melakukan tracing lanjutan baik kepada jemaah tarawih maupun warga sekitar yang melakukan kontak erat sebannyak 24 orang.

“Hari ini tadi 24 warga kita tes swab antigen, hasilnya enam orang reaktif. Enam orang ini langsung kita lakukan swab PCR, kemungkinan Kamis (hari ini) hasilnya baru ketahuan,” urainya.

Terkait anak-anak TPA, Hargiyanto menyebut pihaknya juga telah melakukan tracing. Direncanakan anak-anak TPA ini akan menjalani swab antigen juga Kamis hari ini

“Anak-anak TPA akan kita swab antigen besok. Untuk jumlahnya saat ini belum bisa kami sebutkan,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …