zakat fitrah
zakat fitrah

Zakat Fitrah (3) : Hukum Memindahkan Zakat ke Tempat Lain

Disyariatkannya zakat merupakan bukti bahwa ajaran Islam sangat memperhatikan kesejahteraan manusia. Ia menjadi salah satu ibadah harta yang menyasar wilayah sosial untuk membangun suatu sistem ekonomi yang mempunyai tujuan kesejahteraan hidup. Dengan kata lain, ada hak orang lain di dalam harta yang kita miliki. Juga, ada kewajiban kita untuk peduli kepada keadaan kaum dhuafa.

Untuk tujuan ini, dalam fikih zakat diatur sedemikian rupa. Hanya ada delapan asnaf (kelompok) yang berhak menerima zakat (al Taubah: 60). Tujuan zakat adalah untuk membangun kesejahteraan delapan kelompok tersebut. Untuk membiayai kemaslahatan kehidupan dasar mereka.

Untuk mewujudkan tujuan zakat ini, fikih mengatur boleh dan tidaknya zakat didistribusikan ke tempat lain dari domisili orang yang mengeluarkan zakat (mustahiq zakat).

Dalam Hasyiyah Qolyubi dijelaskan, menurut pendapat yang adzhar (jika di daerah muzakki (orang yang wajib zakat) masih ada orang yang berhak menerima zakat, tidak boleh memindahkan Zakat ke tempat lain berdasar hadis shahih riwayat Bukhari dan Muslim.

Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Husein Ba’alawi dalam kitabnya Ghayah Talkhis al Murad menjelaskan, zakat fitrah wajib (ditunaikan) di tempat di mana ia berdiam saat matahari (di akhir Ramadhan) tenggelam. Oleh karena itu, ia wajib mentunaikan zakatnya pada mustahiq di tempat tersebut. Apabila tidak ditemukan, maka didistribusikan ke tempat terdekatnya.

Imam Nawawi dalam al Majmu’ Syarh al Muhaddzab menulis, andaipun seseorang berada di perantauan, dan hartanya juga di tempat ia berada, maka zakat wajib ditunaikan di tempat tersebut.

Namun begitu, sebagai kebalikan dari pendapat yang adzhar ada ulama yang membolehkan memindah zakat ke tempat lain meskipun di tempat muzakki ada mustahiq zakat.

Baca Juga:  Bolehkah Hutang dijadikan Zakat?

Jadi kesimpulannya, jika di suatu tempat ada orang yang berhak menerima zakat, maka zakat tidak boleh dipindah ke tempat lain menurut pendapat yang adzhar dan zakatnya tidak sah. Sementara pendapat lain mengatakan boleh dan sah. Dan, jika di tempat tertentu tidak ada orang yang berhak menerima zakat, maka ulama sepakat boleh memindah zakat dan kewajibannya gugur.

Demikianlah penjelasan tentang hukum memindah zakat dari tempat muzakki (orang yang berhak mengeluarkan zakat) ke tempat lain. Aturan ini, sebagaimana diterangkan sebelumnya merupakan bukti ajaran Islam yang menekankan pentingnya perhatian kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. Wajar, kalau kemudian zakat ini diwajibkan kepada orang-orang yang mampu supaya harta tidak hanya berputar dikalangan orang-orang kaya saja.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

anal seks

Fikih Berbicara Anal Seks

Ramai publik membicarakan hubungan ranjang yang abnormal dan tidak semestinya. Ya, anal seks lagi hebohnya …

santri tutup telinga

Geliat Pengharaman Musik yang Makin Menggelinjang

Tak berapa lama berselang, viral video sekelompok santri yang menutupi telinganya karena ada suara musik …