zakat fitrah
zakat fitrah

Zakat Fitrah (4) : Membayar Zakat Fitrah Secara Online?

Di setiap tahun, bagi umat muslim yang mampu wajib membayarkan zakat fitrah sebagai kewajibannya yang harus dipenuhi di bulan Ramadhan. Zakat fitrah, bisa berupa beras ataupun uang yang bernilai sama dengan beras 2,5 kg atau sama dengan 3,5 liter sebagai bentuk penyucian diri yang harus diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Zakat Fitrah dapat dibayarkan mulai akhir bulan Ramadhan sampai awal 1 Syawal. Sedangkan untuk waktu spesifiknya adalah tidak melewati waktu magrib. Namun, pandemi covid-19 masih membuat aktivitas masyarakat terbatas, termasuk bagi mereka yang hendak membayar zakat fitrah.

Karena itulah banyak sekarang kita temui model pembayaran zakat fitrah secara online sebagai alternatif di tengah pandemi yang tak kunjung reda sampai ini. Namun, banyak kalangan yang mengkhawatirkan tentang status zakat dengan model ini.  Apakah zakat fitrah dengan model online sah?

Dalam ketentuan ijab qabul dalam pemberian dan penerimaan zakat fitrah menjadi perbincangan di kalangan ulama sejak dulu. Sebagian ulama berpandangan, zakat fitrah baru sah ketika terjadi pertemuan antara pemberi dan penerima dengan membaca doa niat dan bersalaman.

Pandangan ini diikuti sebagian besar Muslim di Indonesia. Tiap tahun, antara pemberi, pengelola atau penerima zakat bertemu langsung dengan membaca doa niat dan bersalaman. Biasanya dilakukan di masjid atau temu muka dengan penerima zakat.

Dalam pembayaran zakat fitrah, ijab-qabul memang penting. Meski demikian, pelaksanaannya sangat kontekstual. Jadi, dalam situasi pandemi seperti ini, persoalan teknis dan mekanisme pembayaran zakat fitrah dapat diubah demi kebaikan umat. Apalagi, transaksi dalam zakat merupakan transaksi sosial yang tidak mengharuskan adanya ijab-qabul seperti dalam transaksi komersial.

Sebenarnya zakat sendiri dalam ketentuannya tidak ada keharusan ijab dan qabul. Ijab dan qabul baru wajib ada ketika seseorang menyerahkan zakatnya itu lewat amil atau wakil. Amil sendiri, kedudukannya adalah sama dengan wakil seseorang tadi. Jadi, ijab qabul dalam zakat kepadanya, semata adalah karena akad wakalah (akad perwakilan) yang diambilnya.

Berjabat tangan sebagai bentuk ijab kabul tidak perlu dilakukan di masa Covid-19 seperti sekarang ini. Bersalaman sebagai wujud ijab kabul tidak perlu dilakukan karena, menghindari diri dari penyakit lebih wajib bagi setiap orang. Berbentur antara yang sunah dan yang wajib mana yang didahulukan.

Dalam pembayaran zakat fitrah secara online di tengah pandemi covid-19 seperti ini sangat boleh untuk dilakukan. Membayar zakat fitrah, tidak melulu harus bertatap muka. Jadi, model pembayaran zakat fitrah berbasis teknologi justru dapat menjadi solusi. Namun, bagaimana dengan ketentuannya?

Sama saja seperti membayar zakat fitrah secara langsung atau tatap muka. Uang yang dibayarkan harus setara dengan 2,5 kilogram beras. Hal yang paling penting adalah niatnya. Pembayaran itu harus diniatkan untuk membayar zakat fitrah.

Ijab dan qabul bukan menjadi penentu sah atau tidaknya zakat fitrah. Dalam mengeluarkan zakat fitrah, sebaiknya memperhatikan lingkungan terdekat dahulu. Jika dirasa memang tetangga atau saudara tak berhak menerima zakat, maka lebih baik membayar zakat fitrah secara online.

Baca Juga:  Jika Lisanmu Sumber Petaka, Latihlah dengan Puasa

Namun apabila di dekat ada tetangga atau saudara yang benar-benar berhak, maka lebih baik diberikan secara langsung. Tentu saja dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah.

Bagikan Artikel ini:

About Indah Fauziah

Avatar of Indah Fauziah

Check Also

penyebab malas beribadah

Beribadah untuk Mengingat Jati Diri Manusia, Kenali 4 Penyebab Manusia Malas Beribadah

Manusia diciptakan oleh Allah bukan untuk sekedar main-main, bersenda gurau atau kegiatan yang lainnya yang …

shalat taubat

Rasulullah Saja Mengucapkan Kata Taubat Setiap Hari, Begini Cara Shalat Taubat

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) …