Emmanuel Macron
Emmanuel Macron

Kobarkan Islamofobia Dalam Kampanye, Macron Jadi Target Pembunuhan ISIS

Paris – Presiden Prancis Emmanuel Macron sering mengeluarkan kebijakan anti-islam. Mulai dari melindungi majalah pembuat kartun Nabi Muhammad sampai kebijakannya yang menutup puluhan bahkan ratusan masjid dengan tuduhan pemberantasan ekstremisme Islam.

Tidak hanya membuat umat Islam di Prancis dan seluruh dunia murka dengan kebijakan-kebijakan itu, kini Macron juga menjadi incaran kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Bahkan dari laporan terbaru Dinas Intelijen Prancis, ISIS tengah menyiapkan serangan dengan target Emmanuel Macron saat melakoni kampanye calon Presiden Prancis.

Ancaman dipicu dengan kampanye Macron yang terus mengobarkan Islamofobia. Kampanye dengan menanamkan kebencian terhadap Islam ini, diambil Macron dalam upaya menarik kelompok blok pendukung sayap kanan Prancis ke pihaknya. Upaya ini diperlukan, setelah dia berhasil mengamankan dukungan blok terbesar dari komunitas liberal dan sisa-sisa kelompok kiri yang menyukai Macron.

“Dalam konteks ini, Macron memiliki daya tarik pemilih dengan memoles citra Macron sebagai seseorang yang “menentang kesulitan” untuk kepentingan negaranya,” demikian laporan Dinas Intelijen Prancis.

Hal ini terkait dengan plot yang disiapkan oleh kelompok ISIS/Daesh untuk membunuh Presiden Prancis selama kunjungan keduanya ke Beirut, setelah pemboman pelabuhan pada September 2020 lalu.

Media lokal, Al-Akhbar meninjau makalah dari investigasi terkait kasus kejahatan kota, Kaftoun Al-Kourania pada Agustus 2020 lalu, yang berkas telah diproses di peradilan resmi.

“Ini termasuk informasi yang menunjukkan bahwa kelompok-kelompok dari organisasi ISIS/Daesh berencana untuk membunuh Macron dan tokoh-tokoh Lebanon lainnya, termasuk Perdana Menteri Saad Hariri dan kepala MP Gebran Bassil dari Gerakan Patriotik Bebas,” lanjut  laporan tersebut.

Sinyal itu didapat dalam ringkasan penyelidikan yang disimpulkan Direktorat Intelijen Angkatan Darat mengenai sel teroris Kaftoun.

Baca Juga:  Ken Setiawan: Ribuan Kelompok Radikal yang Mengatasnamakan Agama di Lampung Masih Gentayangan

Al-Akhbar memperoleh salinannya, dan itu merujuk pada instruksi yang diterima oleh kelompok-kelompok tersebut untuk melakukan serangan bunuh diri yang menargetkan Presiden Prancis Emmanuel Macron selama kunjungan keduanya ke Lebanon pada 1 September 2020.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi

Innalillahi… Cendekiawan Islam Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Wafat

Jakarta – Dunia Islam kembali kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Cendekiawan Islam dan Presiden Pendiri …

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …