20220208035853

KSAD Jenderal Dudung Abdurahman: Undang Penceramah yang Nasionalismenya Tinggi, Jangan Yang Radikal

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurahman berkomitmen untuk terus berperang melawan radikalisme, oleh karena itulah Jenderal Dudung terus berupaya menutup pintu-pintu dan celah yang dapat dimasuki oleh kelompok radikal dalam menyebarkan pahamnya.

Salah satu celah yang dapat dimasuki oleh kelompok radikal atau pintu masuknya virus radikalisme yaitu melalui mimbar keagamaan, mimbar keagamaan inilah yang sering dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan pahamnya, oleh karenanya secara tegas Jenderal Dudung meminta jajaranya untuk tidak mengundang penceramah radikal.

Tidak mengundang penceramah radikal adalah salah satu jalan untuk menutup pintu masuknya virus radikalisme, sebaliknya untuk membentengi masyarakat dari virus radikalisme Jenderal Dudung menginstruksikan kepada kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat untuk mengundang penceramah yang memiliki nasionalisme tinggi.

Dilansir dari laman kompas.tv Selasa, (15/03/22). Pernyataan itu disampaikan Jenderal Dudung Abdurahman dalam wawancaranya dengan Jurnalis KOMPAS TV Adi Praseno, Senin (14/3/2022).

“Ini tentang memanggil penceramah yang radikal, ini juga sudah saya sampaikan ke semua jajaran, cari penceramah yang nasionalismenya tinggi, banyak penceramah,” tegas Dudung Abdurahman.

Dudung juga mengatakan kepada jajarannya untuk menghindari mendengarkan ceramah dari penceramah yang pemahamannya jauh di luar ayat suci Al Quran maupun di luar ketentuan.

“Kalau yang penceramahnya sudah miring-miring, yang ceramahnya sudah mengarah kepada pemberian pemahaman yang diluar ayat-ayat suci Alquran, di luar aturan dan ketentuan, sudah, jangan diundang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dudung justru meminta jajaran Anggota TNI Angkatan Darat untuk mewaspadai penceramah-penceramah yang radikal.

“Justru harus diwaspadai, saya tekankan pada seluruh jajaran Kodam Jaya waktu saya di Monas, kelompok kelompok internal ini harus tahu dimana tempatnya,” kata Dudung

Baca Juga:  Penolakan UAS Bukan Islamophobia, Singapura Ingin Lindungi dari Intoleransi dan Radikalisme

“Sampai titik koordinat nya di mana kalian harus tahu, jadi hal-hal yang kita temukan jadi hal yang mudah untuk mendeteksinya,” tambah Dudung.

Dalam pernyataannya, Dudung juga menegasakan kepada jajaran Anggota TNI Angkatan Darat untuk tidak bersikap ragu menghadapi kelompok-kelompok radikal.

Dudung menegaskan, kelompok radikal di tanah air kecil,  oleh karenanya TNI AD harus berani.

“Jadi tidak usah ragu ragu dengan kelompok kelompok mereka, kelompok mereka ini kecil, kodam jaya harus tampil, harus berani,” ucap Dudung.

Termasuk, lanjut Dudung, jika ada kelompok-kelompok radikal yang memasang baliho-baliho di tempat umum.

“Jadi jika ada situasi yang menonjol jangan sampai baliho-baliho masih bergelimpangan. Pokoknya muncul bantai, nggak usah mikir,” tegas Dudung.

“Ada orang orang yang mencoba mengganggu keamanan dan persatuan bangsa, jangan ragu ragu. Kalian sudah dicontohkan waktu saya Pangdam. Harus berani,” tambahnya.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …

larangan islam dalam politik

Fikih Politik (8): 3 Larangan Islam dalam Politik

Politik bukan sesuatu yang terlarang dalam agama Islam. Islam bukan hanya agama an sich yang …