20211228030940

Sikap Tegas Jenderal Dudung Abdurahman soal Baliho Radikalisme: Pokoknya Muncul Bantai, Nggak Usah Mikir

JAKARTA – Radikalisme seperti layaknya virus Covid- 19 dapat menjangkiti siapa saja, maka prosedur pencegahan secara ketat wajib dilaksanakan oleh semua pihak termasuk dengan narasi yang disebarkan melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Mengingat akan bahaya virus radikalisme yang dapat menjangkiti siapa saja, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurahman dengan tegas meminta kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat untuk bertindak tegas jika ada kelompok-kelompok radikal yang memasang baliho-baliho di tempat umum.

Perlawanan Jenderal Dudung terhadap bahaya radikalisme bukan kali ini saja, namun semenjak menjadi Pangdam Jaya telah bertekad dan membuktikan untuk terus berperang melawan virus radikalisme yang mengancam keutuhan bangsa dan negara. Salah satu bentuk ketegasan diwujudkan dengan meminta semua jajarannya untuk menindak segala macam kampanye yang bernarasikan radikalisme

Dilansir dari laman kompas.tv Pernyataan itu disampaikan Jenderal Dudung Abdurahman dalam wawancaranya dengan Jurnalis KOMPAS TV Adi Praseno, Senin (14/3/2022).

“Jadi jika ada situasi yang menonjol jangan sampai baliho-baliho masih bergelimpangan. Pokoknya muncul bantai, nggak usah mikir,” tegas Dudung.

“Ada orang orang yang mencoba mengganggu keamanan dan persatuan bangsa, jangan ragu ragu. Kalian sudah dicontohkan waktu saya Pangdam. Harus berani,” tambahnya.

Dudung menegaskan kepada jajaran Anggota TNI Angkatan Darat untuk tidak bersikap ragu menghadapi kelompok-kelompok radikal.

Menurut Dudung kelompok radikal di tanah air jumlahnya kecil oleh karenanya TNI AD harus berani.

“Jadi tidak usah ragu ragu dengan kelompok kelompok mereka, kelompok mereka ini kecil, kodam jaya harus tampil, harus berani,” ucap Dudung.

Lebih lanjut, Dudung Abdurahman juga meminta kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat untuk mengundang penceramah yang memiliki nasionalisme tinggi.

Baca Juga:  Islah Bahrawi: Konflik Berpotensi Jadi Trigger Lahirkan Aksi Terorisme

“Ini tentang memanggil penceramah yang radikal, ini juga sudah saya sampaikan ke semua jajaran, cari penceramah yang nasionalismenya tinggi, banyak penceramah,” tegas Dudung Abdurahman.

Dudung menekankan kepada jajarannya untuk menghindari mendengarkan ceramah dari penceramah yang pemahamannya jauh di luar ayat suci Alquran maupun di luar ketentuan.

“Kalau yang penceramahnya sudah miring-miring, yang ceramahnya sudah mengarah kepada pemberian pemahaman yang di luar ayat-ayat suci Alquran, di luar aturan dan ketentuan, sudah, jangan diundang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dudung mengimbau kepada jajaran Anggota TNI Angkatan Darat untuk mewaspadai penceramah-penceramah yang radikal.

“Justru harus diwaspadai, saya tekankan pada seluruh jajaran Kodam Jaya waktu saya di Monas, kelompok kelompok internal ini harus tahu dimana tempatnya,” kata Dudung

“Sampai titik koordinat nya di mana kalian harus tahu, jadi hal-hal yang kita temukan jadi hal yang mudah untuk mendeteksinya,” tambah Dudung.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Menko PMK Muhadjir Effendy

Organisasi Keagamaan Dapat Berperan Sebagai Pusat Pengembangan Narasi Moderasi Beragama

Surabaya – Moderasi beragama adalah jalan terbaik untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan kuat ditengah …

Brigjen Ahmad Nurwakhid pada Tabligh Akbar JATMAN DIY dan Jawa Tengah

JATMAN Mitra Strategis BNPT Jalankan Kebijakan Pentahelix

Sleman – Badan Nasional Pdnanggulangan Terorisme (BNPT) terus berupaya menjalankan program kebijakan Pentahelix dalam penanggulangan …