KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf

Keberatan, MUI Mohon PBNU Bolehkan KH Miftachul Akhyar Rangkap Jabatan

Jakarta- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar telah resmi mengajukan surat pengunduran diri beberapa hari lalu. Pengunduran diri didasari janji Kiai Miftach saat terpilih menadi Rais Aam PBNU, dimana PBNU meminta untuk menanggalkan jabatannya di MUI.

Pengunduran itu sontak menimbulkan banyak pihak yang keberatan. Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian Prof Dr KH Utang Ranuwijaya meminta, pengurus PBNU memperbolehkan KH Miftachul Akhyar memimpin MUI.

“Kami meminta pengertian dari para petinggi NU dan juga para sesepuh di NU agar memperbolehkan KH Miftachul Akhyar tetap menjadi Ketua Umum MUI, karena memang peran Beliau sangat dibutuhkan,” katanya di Jakarta, Sabtu (12/3/2022).

“Kami sangat keberatan dengan pengunduran diri beliau sebagai Ketum MUI,” imbuh Utang.

Dia mengatakan, bahwa KH Miftachul Akhyartelah menjadi Ketua Umum MUIsebelum menjadi Rais Aam PBNU dan terbukti mumpuni dalam memimpin majelis ulama. Dengan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar, MUI mampu menjalankan peran sebagai mitra pemerintah dan penjaga umat.

“Beliau sangat mumpuni dalam dua bidang ini, dan memiliki kapasitas luar biasa. Kami berharap Beliau bisa tetap di MUI hingga akhir masa jabatan meskipun harus berbagi sebagai Ketua Umum MUI maupun sebagai Rais Aam PBNU,” katanya.

Hal serupa diungkpakan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur yang menyampaikan nota keberatan dan ketidaksetujuan atas pengunduran diri KH Miftachul Akhyar. Sekretaris Umum MUI Jatim Akhmad Muzakki menyatakan, nota keberatan bahkan telah dituangkan dalam surat MUI Jawa Timur secara resmi bernomor A-13/DP-P/III/2022, tertanggal 9 Syaban 1443 H bertepatan 12 Maret 2022.

Muzakki mengatakan, nota keberatan tersebut disusun berdasarkan aspirasi di lapangan. Banyak masyarakat yang menunjukkan keberatan atas pernyataan pengunduran diri KH Miftachul Akhyar sebagai ketua Umum MUI.

Baca Juga:  Bila Membahayakan Orang Lain, MUI: Mudik Hukumnya Bisa Haram

“Ini demi kepentingan kemaslahatan yang lebih besar bagi agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Muzakki, MUI masih memerlukan sosok KH. Miftachul Akhyar untuk jabatan ketua Umum yang mumpuni. KH. Miftachul Akhyar dirasanya mampu merekatkan dan memperkuat persatuan serta kesatuan umat dan bangsa.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi

Innalillahi… Cendekiawan Islam Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Wafat

Jakarta – Dunia Islam kembali kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Cendekiawan Islam dan Presiden Pendiri …

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …