Logo Halal dan gunungan wayang
Logo Halal dan gunungan wayang

Sertifikasi Halal Pindah Tangan ke Kemenag, Anwar Abbas Permasalahkan Logo Seperti Gunungan, Wayang Lagi?

Jakarta – Sertifikasi Halal telah resmi pindah tangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke Kementerian Agama (Kemenag) dalam hal ini Badan Penyelenggara Jaminan Prodak Halal (BPJPH). Itu sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Menariknya, perpindahan ini memunculkan ketidakpuasan di kalangan MUI, meski untuk urusan fatwa halal Kemenag harus meminta ke MUI. Ketidakpuasan itu berupa logo baru Halal.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengritik desain logo halal yang baru dirilisKemenag. Menurut Anwar, desain logo tersebut tidak mencerminkan ke-Indonesia-an karena bentuknya menyerupai gunungan wayang.

Anwar mengatakan, banyak orang yang mengatakan kepada dirinya bahwa yang tampak pada logo tersebut bukan kata halal dalam tulisan Arab. Melainkan gambar gunungan sebagaimana biasa tampak dalam dunia pewayangan.

“Logo ini tampaknya tidak bisa menampilkan apa yang dimaksud dengan kearifan nasional, tapi malah ketarik ke dalam kearifan lokal, karena yang namanya budaya bangsa itu bukan hanya budaya Jawa,” kata Buya Anwar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/3/2022).

Menurutnya, desain logo tersebut tidak arif karena tidak mencerminkan ke-Indonesia-an yang dijunjung tinggi oleh rakyat Indonesia. Logo tersebut hanya mencerminkan kearifan dari satu suku dan budaya saja. Padahal, negeri ini memiliki ribuan suku dan budaya.

Melihat kenyataan ini, kata Buya Anwar, dirinya hanya bisa tersenyum sambil bergumam. “Memang kata persatuan dan kesatuan serta kebersamaan itu sangat mudah untuk diucapkan, tetapi ternyata dalam fakta dan realitasnya terlalu sangat susah dan sulit untuk diwujudkan,” ujarnya. Untuk itu, secara pribadi tentu saya tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya bisa tersenyum,” tambahnya.

Pada 10 Februari 2022, BPJPH Kemenag menetapkan label halal baru Indonesia. Penggunaan logo label halal baru ini mulai berlaku pada Maret 2022.

Baca Juga:  Lagi Virus Corona jangkiti Santri Ponpes Kuningan, 46 Santri Positif COVID-19

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan, logo baru ini mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesia-an. “Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia,” ujar Aqil.

Ia menerangkan, bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Ḥa, Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian. Sehingga membentuk kata halal.

Sementara itu terkait wayang, beberapa waktu lalu, umat Islam diminta menghancurkan wayang oleh Ustaz Khalid Basalamah karena tidak sesuai dengan ajaran islam. Apakah ada kaitannya wayang versi Khalid Basalamah dan Anwar Abbas? Wallohu alam bisawwab.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi

Innalillahi… Cendekiawan Islam Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Wafat

Jakarta – Dunia Islam kembali kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Cendekiawan Islam dan Presiden Pendiri …

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …