Muslim Rohingya The New York Times
Muslim Rohingya The New York Times

Kudeta di Myanmar, MUI Ajak Civil Society Bersatu Lindungi Muslim Rohingya

Jakarta – Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan Aung Suu Kyi dan secara resmi mengakhiri transisi demokrasi di Myanmar. Kudeta itu dilanjutkan dengan pencopotan terhadap 24 menteri dan deputi.

Melansir laman Channel News Asia pada Selasa (2/2), militer juga menunjuk 11 pengganti dalam pemerintahan barunya setelah merebut kekuasaan dalam kudeta pada Senin (1/2). Pengumuman tersebut disiarkan melalui TV milik militer Myanmar, Myawaddy TV.

Menanggapi kudeta di Myanmar itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak kekuatan civil society, ormas-ormas dan pembela hak asasi manusia (HAM) mengingatkan rezim baru di Myanmar, supaya tidak lagi melakukan kejahatan kemanusiaan atau tindakan kekerasan terhadap minoritas Muslim, etnis Rohingya dan pihak yang berbeda pendapat.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto melihat negara-negara ASEAN tidak banyak berkomentar tentang kekerasan yang menimpa minoritas di Myanmar. Mungkin ada faktor-faktor lain yang dipertimbangkan mereka.

“Baiknya memang kekuatan civil society, para ulama misalnya atau ormas-ormas atau gerakan-gerakan pembela hak asasi manusia mengingatkan dan menjaga jangan sampai pemerintah Myanmar yang baru ini melakukan tindakan kekerasan,” kata Prof Sudarnoto kepada dikutip dari laman Republika.co.id, Selasa (2/2/2021).

Ia menungkapkan, sebaiknya kekuatan-kekuatan civil society dari berbagai negara termasuk negara-negara ASEAN untuk memperingatkan rezim yang berkuasa di Myanmar. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) juga perlu memperhatikan kasus kekerasan terhadap minoritas Muslim yang terjadi di Myanmar.

Dia mengatakan, saat ini masih memperhatikan apa yang terjadi di Myanmar. Tapi tetap perlu waspada dan memberi peringatan-peringatan terhadap pemerintahan Myanmar agar tidak terjadi lagi kejahatan kemanusiaan. 

“Mudah-mudahan tidak terjadi lagi kejahatan kemanusiaan, seandainya terjadi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar, saya kira negara-negara manapun bukan saja negara Muslim harus mencegahnya,” ujarnya.

Dia menyarankan, sekarang kelompok-kelompok civil society perlu mewaspadai dan mengingatkan Myanmar. Karena mereka tetap perlu diberi saran agar hak-hak hidup kelompok minoritas diberi penghormatan. Sambil mereka menyelesaikan urusan politiknya dengan baik.

“Saya berharap dalam beberapa hari ini ada kepastian tentang nasib Muslim Rohingya,” ujar Prof Sudarnoto.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Ratusan eks anggota NII Garut kembali baca dua kalimat syahadat dan ikrar setia kembali ke NKRI

Tobat, Ratusan Eks NII Garut Baca Syahadat Lagi dan Ikrar Setia Kepada NKRI

Garut – Ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) di Garut, Jawa Barat, melakukan pertobatan …

penceramah radikal

Jangan Heran Sudah Diprediksi Nabi, Sering Bikin Gaduh dengan Fatwa tanpa Ilmu

Terkadang kita susah membedakan antara ulama yang fasih ilmu fikih dengan hanya penceramah. Banyak pula …

escortescort