Muktamar dan Halaqah Kiai Nyai Muda NU
Muktamar dan Halaqah Kiai Nyai Muda NU

Muktamar dan Halaqah Kiai/Nyai Muda Usung Penguatan Moderasi Beragama Sebagai Gerakan Civil Society Digelar di Bogor

Jakarta – Penguatan moderasi beragama harus terus dilakukan untuk menciptakan persatuan, perdamaian, dan kesejahteraan di Indonesia. Itu penting untuk melawan dan mengusir ideologi transnasional yang merusak Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika dengan paham-paham kekerasan dan anti perbedaan.

Hal itulah yang mendasari para kiai dan nyai muda, terutama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar Muktamar Pemikiran dan Halaqah Kiai/Nyai Muda NU dengan tema “Menguatkan Moderasi Beragama sebagai Gerakan Civil Society”. Kegiatan itu digelar di di Pesantren Al Falak, Pagentongan, Bogor, 13-15 Desember lusa.

Muktamar dan halaqah ini akan dihadiri oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menag dan penggagas moderasi beragama Lukman Hakim Saifuddin, KH. Abdul Ghaffar Rozin (Ketua RMI PBNU), Gus Muwafiq, KH. Dr. Abdul Moqsith Ghazali (Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia), Irjen Pol. Purn. Ir. Hamli, ME (mantan Direktur Pencegahan BNPT), dan lain-lain.

Direktur Humaniush Institute Hatim Gazali menuturkan, kegiatan muktamar dan halaqah ini tidak ada sangkut pautnya dengan muktamar NU.

“Kami tidak sedang membicarakan tentang kepemimpinan NU. Yang kami bicarakan adalah soal moderasi beragama,” kata Hatim.

Hatim menjelaskan alasan tema kegiatan ini yaitu “Moderasi Beragama sebagai Gerakan Civil Society”. Pertama, sejatinya moderasi beragama itu praktik keseharian umat beragama di Indonesia. Kedua, jangan sampai moderasi beragama tersebut dijadikan labelling secara serampangan kepada kelompok tertentu, apalagi sampai menjadi “plat merah”, ideologi yang digunakan negara untuk menghantam kelompok-kelompok yang berbeda dengan kepentingan negara.

Meskipun demikian, forum ini mungkin saja akan membahas Nahdlatul Ulama, karena NU merupakan organisasi moderat.

“Bukan soal kepempinan NU, tetapi soal kiprah NU dalam menjaga moderasi beragama di Indonesia di masa kini dan masa mendatang,” pungkasnya.

Muktamar dan Halaqah ini diselenggarakan oleh Humaniush Institute dengan bekerjasama dengan Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama, Pusat Studi Pesantren, Islamina, dan iqra.id.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Wapres HUT ke 45 MUI

Fatwa MUI: Terorisme Bukan Jihad, Terorisme Haram!

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa aksi terorisme bukan jihad, terorisme …

Cak Islah Bahrawi

Tolak UU Buatan Manusia, Islah Bahrawi: Teroris Hanya Mau Jalankan Hukum Syariah

Jakarta –  Kelompok teroris menganggap Undang-undang harus menggunakan hukum syariah yang dalam pemahamannya sebagai buatan …