uudwq
uudwq

Legenda AC Milan Clarence Sedorf Mualaf, Begini Sambutan Patrice Evra

Jakarta – Legenda hidup klub AC Milan Clarence Sedorf beberapa hari yang lalu mengumumkan bahwa dia telah menjadi seorang mualaf melalui akun instagramnya, kontan saja beberapa koleganya semasa aktif merumput dilapangan hijau memberikan suport dan ucapan selamat.

Salah satu mantan pemain klub Inggris Patrice Evra yang langsung menyambut hari bersejarah Sedorf dengan ucapan “Masya Allah.” Dan Evra tak lupa memasangkan emoticon hati dan selamat. seperti dikutip dari laman republika.co.od Senin (07/03/22)

Evra yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik, selama ini dikenal selalu membela Islam. Saat serang teror pecah di Barcelona pada Agustus 2017, mantan bek sayap Juventus ini tampil membela umat Islam. Ia membela Muslim yang menjadi sasaran serangan Islamphobia pasca serangan teror di Barcelona tersebut.

‘’Saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya tentang apa yang terjadi saat ini dan tentang agama,’’ tulis Evra di akun Instagramnya.

Evra mengatakan bahwa ia berbicara 6 bahasa. Ia dibesarkan sebagai seorang katolik, tetapi ia juga ingin belajar tentang setiap agama sama seperti ia ingin belajar banyak bahasa.

Evra mengaku saat itu dirinya sedang belajar tentang Islam. Dia saat itu sedang membaca Alquran. ‘’Semakin saya dewasa, semakin saya bertanya pada diri sendiri, saya percaya pada Tuhan, saya percaya pada Yesus, jadi mengapa saya tidak harus percaya pada nabi Muhammad,’’ tulis Evra.

Evra mengakui beberapa orang memang menggunakan agama untuk menciptakan perang atau membunuh orang yang tidak bersalah di seluruh dunia. Beberapa orang dimanipulasi dengan pandangan yang menyimpang tentang agama.

Beberapa pemimpin dan beberapa media ingin menciptakan kebencian di sekitar agama tertentu. ‘’Jadi, yang ingin saya katakan adalah, sebelum Anda menilai seseorang atau menilai suatu agama, pelajarilah dahulu tentang (agama) itu.’’

Baca Juga:  Silvia Romano: Islam Membuat Jiwa Saya Tenang Saat Berada Dalam Tahanan Al-Shabab

‘’Saya katakan sekali lagi Islam adalah agama yang indah tentang perdamaian, tentang saling membantu,’’ katanya.

Mantan bek sayap Marseille dan West Ham United ini menyarankan berhenti membaca media. Karena, beberapa media cenderung menyudut umat Islam sehingga justru menyuburkan kebencian dan sikap rasis.

‘’Kita harus berhenti membaca media. Hentikan kebencian, berhenti takut tentang hal-hal yang tidak Anda ketahui. Hentikan terorisme. Hormati setiap agama.’’

‘’Jika Anda takut pada agama tertentu… daripada takut, cobalah untuk mempelajarinya dan mendengarkan sebelum Anda membuat penghakiman.’’

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

raker penyelenggaraan ibadah haji

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas Minta Santri Semangat Menuntut Ilmu Dan Lawan Kebencian Terhadap Santri Dengan Prestasi

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada para santri untuk terus menuntut ilmu secara sungguh-sungguh, …

Sarasehan Penguatan Moderasi Beragama BNPT dan UMY

Cegah Virus Radikal Terorisme di Sekolah, BNPT Perkuat Moderasi Beragama Guru SMA/SMK se-DIY

Yogyakarta – Generasi Z dan generasi milenial antara usia 14-39 tahun menjadi generasi yang paling …