Perpisahan ghulam nabi azad
Perpisahan ghulam nabi azad

Lepas Pemimpin Oposisi Beragama Islam, PM Modi Berurai Air Mata

Rajya Sabha –  India dibawah kendali Perdana Menteri Narendra Modi dikenal kurang ramah dengan Muslim. Banyak kebijakan Modi yang menyudutkan umat Muslim dengan dalih memerangi radikalisme dan terorisme.

Namun kondisi itu berbanding terbalik saat acara pelepasan salah satu tokoh oposisi dari wilayah Rajya Sabha yang beragama Islam, Ghulam Nabi Azad yang dihadiri oleh Narendra Modi, Selasa (9/2/2021).

Acara itu berjalan penuh haru dan menyentuh hati hadirin yang hadir. Acara itu juga berlangsung hangat dan menarik kesejajaran kehidupan Muslim di India dan Muslim di Pakistan. Baik Ghulam Nabi Azad dan PM Modi berurai air mata saat memberikan sambutan perpisahan.

Dalam pidato perpisahannya, politisi dari partai Indian National Congress itu mengatakan bahwa ia bangga menjadi seorang Muslim Hindustan. Pidato ini disampaikannya di hadapan Perdana Menteri India Narendra Modi di Rajya Sabha pada Ia menegaskan bahwa India tidak ternoda oleh praktik-praktik jahat yang lazim di negara-negara seperti Pakistan.

“Jika ada Muslim di dunia yang harus bangga, itu haruslah Muslim Hindustan. Saya termasuk orang yang belum pernah ke Pakistan, tapi ketika saya membaca tentang kejahatan yang ada dalam masyarakat Pakistan, saya pikir Muslim Hindustan harus bangga,” kata Azad dalam penyampaiannya setelah pidato Modi, dilansir di New Indian Express, Rabu (10/2/2021).

Dalam pidato perpisahan tersebut, Nabi Azad juga mengucapkan terima kasih kepada Modi dan anggota parlemen lainnya. Ia menceritakan perjalanan politiknya dari Jammu dan Kashmir ke New Delhi. Azad mengatakan, Modi tidak pernah mengambil kata-katanya di Majelis Tinggi secara pribadi dan memisahkan pribadi dari politik.

“Ada kalanya kami bertengkar secara verbal. Ada kalanya kami bertengkar secara verbal. Tetapi Anda (PM Modi) tidak pernah mengambil kata-kata saya secara pribadi,” kata Azad dikutip dari laman Republika.co.id.

Baca Juga:  Diancam dan Dicari Polisi India, Wanita Mualaf Minta Perlindungan ke Pengadilan Tinggi

Ia menekankan bahwa selama ini negara dijalankan dengan kolaborasi, bukan perkelahian.

Modi dalam pidato penghormatannya juga mengucapkan selamat tinggal kepada Nabi Azad, yang masa jabatannya saat ini berakhir pada 15 Februari. Sembari berkaca-kaca, pidato Modi diselingi dengan banyak jeda panjang saat dia mengenang hubungannya yang lama dengan Azad, yang ia gambarkan sebagai teman sejatinya.

“Karyanya akan menginspirasi generasi anggota parlemen yang akan datang. Jabatan datang, jabatan tinggi datang, kekuasaan datang, tetapi seseorang harus belajar dari Ghulam Nabi Azadji bagaimana menanganinya,” kata Modi.

Modi lantas mengingat serangan teror tahun 2007 di Kashmir, di mana sebuah granat dilemparkan ke sebuah bus yang membawa para peziarah Gujarat.

“Nabi sangat khawatir jika anggota keluarganya menjadi korban. Dia adalah orang pertama yang menelepon saya. Selama panggilan itu, dia terus menangis,” kata Modi.

Modi juga mengatakan bahwa dia akan selalu mengharapkan Azad untuk berbagi masukan dengannya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …