Jean Luc Melenchon
Jean Luc Melenchon

Pemimpin Oposisi Prancis Kecam Penghinaan Islam oleh Macron

Paris – Kecaman keras terhadap penghinaan Islam oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak hanya datang dari negara-negara Islam, tetapi juga dari pemimpin oposisi Prancis Jean-Luc Melenchon.

“ Macron benar-benar kehilangan kendali atas situasi dalam perselisihannya dengan Turki terkait Islamofobia,” ujar Melenchon kepada Radio Inter Prancis dilansir dari Anadolu Agency.

Ia mengungkapkan telah beberapa kali mendukung Macron atas perselisihannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Namun kini dia memilih untuk diam dan tidak mau lagi mendukung Macron dalam perselisihan dua kepala negara tersebut.

“Yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah diam,” katanya.

“Tadi malam, Presiden, dengan alasan yang tidak bisa dimengerti, menyebar melalui serangkaian tweet, benar-benar kehilangan kendali atas situasi,” ucap Melenchon.

Menurutnya, Macron harus memikirkan strategi ke depan setelah ucapannya menyakiti perasaan banyak umat Muslim di dunia.

“Sebaiknya Macron memikirkan tentang apa strategi nantinya: Prancis direndahkan, dihina, dan diejek, apa yang ingin dia lakukan, selain tweet?”

Seperti diketahui, Macron menyebut Islam sebagai agama yang sedang berada dalam krisis awal Oktober lalu. Ia juga mengumumkan rencana membuat undang-undang yang lebih keras untuk menangani apa yang disebutnya separatisme Islam di Prancis.

Macron juga mengutuk pemenggalan guru yang menggunakan kartun Nabi Muhammad di kelas. Di sisi lain ia membela apa yang dilakukan sang guru dengan dalih kebebasan berekspresi.

Beberapa negara dengan populasi mayoritas Islam seperti Turki, Pakistan, Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Bahrain, dan Indonesia mengutuk sikap Macron terhadap Muslim.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengatakan pemimpin Prancis itu membutuhkan “pemeriksaan kesehatan mental.”

“Jangan pernah menghargai barang-barang berlabel Prancis, jangan membelinya,” tutur Erdogan mengutip AFP.

Baca Juga:  Joseph Paul Zhang Hina Islam, Sebut “Allah Dikurung Di Ka’bah”

Sebelumnya, ajakan memboikot produk Prancis menggema di kawasan Arab dan Timur Tengah. Aksi pemboikotan produk Prancis sudah berlangsung di Kuwait dan Qatar. Puluhan toko di Kuwait membuktikan pemboikotan dengan mengunggah foto di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pekerja mengeluarkan keju olahan Prancis dari rak.

Bagikan Artikel

About redaksi