Menko Polhukam Prof Mahfud MD
Menko Polhukam Prof Mahfud MD

Mahfud MD Ajak Nadhlatul Wathan Berkiprah Lebih Besar Untuk Indonesia dan Dunia Islam

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajakan organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) untuk berkiprah lebih besar untuk Indonesia dan dunia Islam. Hal itu dikatakan Mahfud MD saat menjadi pembicara HUT ke -86 NWDI yang digelar secara daring dan offline dari Musholla Al Abror, Pancor, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/8/2021).

“Kita berdoa agar NWDI ini semakin besar dan berkontribusi terhadap kemajuan peradaban bangsa. Kita bersyukur pada saat ini kita dapat mendoakan pendiri NWDI ini, Almagfurullah TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid,” kata Mahfud MD dikutip dari laman metrontb.com.

Selain Mahfud MD, hadir dalam kesempatan itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qaoumas, Menteri BUMN Erick Tohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala BNPT RI Boy Rafli Amar, dan beberapa Syeikh dari Makkah, Yaman, dan Libanon.

Kegiatan ini diikuti sebanyak seribu orang melalui zoom meeting yang bisa gabung,  dan empat ratus orang secara langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sementara ribuan jamah tidak bisa masuk lewat zoom mengikuti acara melalui siaran langsung melalui akun facebook dan youtube.

Menurut Mahfud, keberkahan itu baru bisa diperoleh salah satu caranya adalah dengan mengingat dan meneladani kepribadian dan perjuangan tuan guru selama hayat. Dan mewarisi semua ajaran kebaikan dan nilai-nilai yang ditanamkan pada jamaah.

Peran besar almagfurullah tercatat sebagai bagian perjuangan kebangsaan Indonesia dari pra dan pasca kemerdekaan, khususnya dalam membangun dan mengembangkan pendidikan, sosial, dan dakwah islamiyah.

“Peran besar itu, salah satunya dilakukan dengan mendirikan pesantren dan madrasah-madrasah NWDI yang dimulai pada tahun 1937, sehingga pada hari ini kita peringati dalam usia 86 tahun,” paparnya.

Baca Juga:  Besok, Buku Dakwah Nusantara TGB Diluncurkan

Bahkan menurut catatan, TGKH Zainuddin Abdul Madjid yang mendirikan madrasah pertama untuk perempuan di Indonesia, yaitu Nahdlatul Bhanat Diniyah Islamiyah (NBDI). Hal ini menujukan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dan juga membangun emenasipasi perempuan.

Melihat perjuangan Maulana Syeikh yang sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dan membangun agama dan bangsa melalui pondok-pondok pesantren, maka pemerintah RI menyematkan predikat Pahlawan Nasional kepada TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Majdid, sesuai dengan Keppres No.115 tahun 2017.

Menurut Mahfud, banyak hal yang dapat kita teladani dari kepribadian dan kehidupan TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid ini. “Setidaknya ada empat catatan pendek saya tentang teladan yang dapat kita ambil dari khidupan dan kepribadian beliau,” ucapnya.

Pertama menanamkan sikap optimisme. “Beliau mengajarkan sikap optimisme, karena optimis dan semangat juang sangat diperlukan untuk mengembangkan diri untuk merubah keadaan. Tidak bisa orang yang tidak punya sikap optimisme dan semangat  itu akan berhasil di dalam perjuangannya,” papar Mahfud.

Kedua, menempatkan pendidikan sebagai syarat kemajuan ummat dan bangsa. Untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan diperlukan insan-insan terdidik, maka demikian pula untuk mengisi kemerdekaan.

Ketiga, menautkan antara spirit beragama dan spirit nasionalisme, tidak memperhadapkan antara identitas keagamaan dengan ke-Indonesia-an. Keislaman dan ke-Indonesia-an adalah satu kesatuan yang terintegrasi.

“Sebaliknya yang dicontohkan oleh beliau, adalah menjadikan Islam sebagai basis lahirnya nasionalisme dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai rumah yang islami secara damai,” tuturnya.

Lalu teladan yang ke empat adalah selalu menggunakan pendekatan kultural yang damai dalam mengembangkan Islam, tanpa merusak tatanan masyarakat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran islam.

“Pendekatan kultural tidak akan pernah melahirkan konflik penolakan, sebaliknya pendekatan ini telah mampu membuat nilai dan ajaran Islam yang merekat sampai ke akar budaya masyarakat kita ini, menyebar luas dan mendalam. Hal inilah yang kita rasakan di Lombok,” tutur Mahfud MD.

Baca Juga:  Mahfud MD: Radikalisme Cikal Bakal Terorisme, Moderasi Beragama Harus Ditingkatkan

Ia berharap di usia ke 86 ini, NWDI tetap eksis dan terus memelihara tradisi-tradisi keagamaan. NWDI semakin besar dan maju sehingga terus dapat berkiprah melakukan pembinaan terhadap madrasah dan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …