960910 720
960910 720

Mahfud MD: Presiden Orang Islam, Naik Haji Dilayani, Pesantren Dibuatkan UU, Kok Bilang Anti Islam.

Jakarta – Menjelang akhir bulan September makin banyak narasi yang menyudutkan pemerintah, terlebih dengan kejadian penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung. Narasi kegagalan pemerintah menjaga ulama dan kebangkitan PKI digunakan oleh sekelompok orang untuk mendiskreditkan pemerintah.

Dalam salah satu surat edaran yang dikeluarkan oleh Ormas, penusukan Syekh Ali Jaber dan pembacokan Imam Masjid dinarasikan sebagai bentuk kegagalan pemerintah, narasi selanjutnya digaungkan untuk siap berperang dengan menggunakan narasi Jihad.

Segala bentuk propaganda tersebut digunakan untuk menarasikan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi anti Islam. Dikutip dari laman tempo.co, Jumat (18/9). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membantah adanya pandangan yang menyatakan Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin selalu mendiskreditkan Islam.

“Siapa bilang Pemerintah mendiskreditkan orang Islam, Presiden orang Islam, pesantren disediakan dan dibuatkan undang-undangnya, mau naik haji dilayani,” kata Mahfud, di Padang, Kamis, dalam Dialog Kebangsaan, di Universitas Andalas secara daring.

Menurutnya omong kosong kalau ada yang mengatakan saat ini di Indonesia terjadi Islamofobia. Ia menjelaskan Islamofobia itu dulu terjadi di zaman Belanda, karena orang Islam itu ditakuti dan disingkirkan dari pergaulan hidup bernegara.

“Coba orang Islam di zaman Belanda jadi pejabat tidak boleh, sekolah tak boleh, tapi setelah Indonesia merdeka orang Islam sudah bisa jadi tentara,” katanya pula.

Mahfud mengatakan setelah merdeka dibuat kebijakan orang Islam mengikuti pendidikan, sehingga sekarang sudah bisa jadi kapolri, hingga panglima TNI.

“Oleh sebab itu kalau ada aparat menangkap orang yang melakukan pengeboman, bukan Islamnya yang dipersoalkan tapi terorisnya dan itu siapa saja karena yang dilakukan melanggar ajaran agama dan hukum negara,” katanya lagi.

Baca Juga:  Ini Pelajaran Berharga Wafatnya Gus Sholah Menurut Menko Polhukam

Oleh sebab itu, ia mengajak umat Islam berperan bagi negara ini, maka ikuti prosedur kenegaraan yang ada dan menerima perbedaan.

“Jangan saling mendiskriminasi karena yang paling utama adalah prestasi sesuai dengan porsi dan keahlian masing-masing, untuk bersama-sama membangun negara ini agar lebih maju,” ujarnya pula.

Pemerintah melindungi setiap pemeluk agama, dan silakan jalani ibadah masing-masing dan itulah negara kesatuan berdasarkan Pancasila, kata Mahfud lagi.

Bagikan Artikel

About redaksi

Avatar