mahfud md di ugm sabtu
mahfud md di ugm sabtu

Mahfud Md Vs Politikus Gerindra Berbalas Cuitan, Beda Penilaian Islamofobia di Ceramah Ini

Jakarta – Islamofobia masih menjadi satu perbincangan yang dilontarkan oleh berbagai pihak, ada yang berpendapat bahwa telah terjadi Islamofobia di Indonesia bahkan cenderung dibiarkan. Namun menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD tidak ada yang namanya Islamofobia di Indonesia apalagi dibiarkan oleh pemerintah, dalam banyak kesempatan Prof. Mahfud mempertegas pernyataanya.

Dalam sebuah unggahan video pengamat terorisme Islah Bahrawi menyatakan bahwa seseorang yang terpapar terorisme menganggap bank riba dan thogut, sehingga melakukan tindakan terorisme, maka sejatinya haruslah mempelajari agama secara baik dan komprehensif.

Unggahan video dari Wakil Sekretaris Gerindra Aziz Subekti disertai dengan pertanyaan “Pak @mahfud apa ini bisa dikategorikan islamofobia di tubuh institusi pemerintah? Jelas cara penyampaian cenderung subyektif akan memicu kesalahpahaman terhadap Islam dan ini mengarah pada relativisme agama yang membahayakan semua agama”. Seperti dilansir dari laman detik.com Selasa (20/9/22).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md berbeda pandangan dengan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Azis Subekti. Mereka berselisih paham soal ada-tidaknya Islamofobia dalam ceramah Islah Bahrawi.

Mereka berbalas cuitan lewat akun masing-masing pada Senin (19/9/2022) pagi. Awalnya, Azis Subekti mengunggah penggalan video ceramah Islah Bahrawi, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia. Video ceramah itu terlihat berformat portrait dengan logo TikTok di pojoknya.

Islah Bahrawi, dalam video itu, mengatakan teroris yang ditangkap di Poso dan kawasan Jakarta menilai bank adalah riba dan produk turunan bank adalah riba serta produk tagut (sesembahan selain Allah). Solusinya, semua orang harus memahami agama secara komprehensif. Ceramah itu disampaikan di hadapan mahasiswa aparat berseragam. Ada keterangan tulisan dalam video itu berbunyi, “Jika Allah itu hanya satu, maka yakinlah bahwa manusia dengan semua perbedaannya diciptakan oleh Allah yang sama.”

Lantas, Azis Subekti berkomentar atas ceramah Islah Bahrawi itu.

“Pak Mahfud Md, apa ini bisa dikategorikan Islamofobia di tubuh institusi pemerintah? Jelas cara menyampaikan narasi cenderung subjektif akan memicu kesalahpahaman terhadap Islam dan ini mengarah pada relativisme agama yang membahayakan semua agama,” kata Azis Subekti.

Mahfud Md langsung merespons lewat Twitter. Mahfud tidak melihat ada muatan Islamofobia di ceramah Islah Bahrawi. Malahan, Mahfud membenarkan apa yang disampaikan Islah Bahrawi bahwa orang menjadi teroris karena menganggap bank adalah haram dan pemerintah adalah tagut.

“Di mana Islamofobia-nya? Itu fakta, banyak yang memahami agama secara sempit sehingga mau jadi teroris atau minta dibunuh karena menganggap bank haram dan pemerintah tagut. Padahal, semua negara Islam (OKI) sekarang pakai bank. Pimpinan ormas-ormas Islam dan ulama juga pakai kartu ATM dan rekening dari bank,” tulis Mahfud.

Di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah, orang-orang berbelanja dengan memanfaatkan ATM. Mahfud juga mengamati ada polwan-polwan berhijab di video ceraman Islah Bahrawi. Maka tak ada Islamofobia di ceramah itu.

“Bahkan kegiatan terorisme yang mengatasnamakan Islam juga mengirimkan dana melalui bank,” kata Mahfud.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Ratusan eks anggota NII Garut kembali baca dua kalimat syahadat dan ikrar setia kembali ke NKRI

Tobat, Ratusan Eks NII Garut Baca Syahadat Lagi dan Ikrar Setia Kepada NKRI

Garut – Ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) di Garut, Jawa Barat, melakukan pertobatan …

penceramah radikal

Jangan Heran Sudah Diprediksi Nabi, Sering Bikin Gaduh dengan Fatwa tanpa Ilmu

Terkadang kita susah membedakan antara ulama yang fasih ilmu fikih dengan hanya penceramah. Banyak pula …

escortescort