halal darahnya
halal darahnya

Massa Teriak Halal Darah Saat Pengeroyokan Ade Armando, Adakah Nalar Takfiri sudah Merasukinya?

Dalam sebuah video pengeroyokan sadis terhadap pegiat sosial dan dosen UI, Ade Armando, saat aksi mahasiswa 11 April 2022 di depan Gedung DPR ada narasi yang kurang menarik terdengar. Narasi itu muncul dari pelaku pengeroyokan dengan meneriakkan kalimat tauhid “laa ilaha illallah”. Lebih parah lagi, ada pula yang meneriakkan kalimat halal darahnya.

Bukan hanya sadis dengan bermaksud menelanjangi korban, para pelaku dengan narasi halal darahnya sejatinya telah bertindak lebih dari nalar beragama yang sehat. Pikiran yang menghalalkan darahnya kepada mereka yang berbeda pandangan adalah kelompok takfiri. Lalu, bagaimana cara melihat nalar takfiri?

Seorang Mantan Pendiri dan Ketua Dewan Syuro al-Jamaah Al-Islamiiyah Mesir, dr. Najih Ibrahim yang sangat resah dengan cara nalar takfiri yang sangat merusak Islam memberikan beberapa karakteristik tentang nalar takfiri. Menurutnya nalar takfiri digambarkan dalam tiga bentuk.

  1. Nalar takfiri adalah nalar berfikir yang dangkal. Disebut dangkal karena nalar ini tidak bisa membedakan antara persoalan Syariah, akidah dan sosial keumatan. Bagi kelompok semuanya dipandang dalam mindset perbedaan akidah antara kekufuran dan keimanan. Bagi mereka yang setuju dipandang muslim, sementara yang berbeda adalah kafir. Karakteristik inilah yang bisa dilihat dari orang yang memandang yang berbeda di luar kelompoknya sebagai kafir. Konsekuensinya, ketika vonis kafir dijatuhkan, di situ pula ada vonis darah yang halal untuk ditumpas.
  1. Nalar takfiri tidak memahami sifat kasih sayang dan ampunan Allah SWT. Bahkan mereka melupakan bagaimana cara Nabi bersosialisasi dan berinteraksi dengan santun kepada para penguasa, negara dan masyarakat yang berbeda keyakinan. Mereka memandang semua orang berdosa tanpa ampunan dari Allah seolah mereka seperti penjaga surga dan neraka yang bisa memutuskan siapa yang masuk surga dan neraka.
  2. Nalar berfikir kaum Takfiri seperti yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya “Mereka yang berkata hancurlah manusia, maka sesungguhnya perkataan itu menghancurkan mereka sendiri.” Kaum Takfiri tidak sadar ketika mereka mengkafirkan para penguasa, polisi, tentara, politisi, Kaum Sufi dan masyarakat lainnya, sejatinya mereka telah menghancurkan diri mereka sendiri.
Baca Juga:  Massa Pengeroyok Ade Armando Teriak ‘Halal’, Ketua PBNU: Tak Boleh Halalkan Darah Seseorang

Dengan nalar takfiri tersebut menjadi wajar jika mereka tidak akan mengenal rasa kemanusaian dan kasih sayang. Di tengah emosi mereka justru bangga meneriakkan kalimat ketuhanan yang seolah dirinya benar. Nalar takfiri sangat merusak diri karena merasa paling benar dan sangat benar dengan semua tindakannya.

Bagi mereka yang mengidap takfiri selalu memandang yang berbeda selalu adalah target untuk dibunuh kapapun jika mereka mampu. Darah mereka adalah halal. Sebagai dr. Najih menegaskan sejatinya kelompok takfiri, bukan sedang ingin membela Islam, tetapi justru menghancurkan Islam.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

Buya Syafi'i Ma'arif

Selamat Jalan Guru Bangsa, Selamat Jalan Buya Syafi’i Maarif Sang Teladan Umat

Jakarta – Buya Syafi’i Ma’arif kembali ke Haribaan Allah SWT dalam kesederhanaan, seorang guru bangsa …